JawaPos.com — Kafilah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat lompatan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. NTB berhasil menembus 10 besar nasional dengan menempati peringkat ke-9 dan mengumpulkan 34 poin, setelah pada MTQ Nasional sebelumnya berada di peringkat ke-18.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB sekaligus Ketua Kafilah NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., mengatakan capaian tahun ini menjadi penting karena dalam beberapa penyelenggaraan terakhir prestasi NTB di tingkat nasional sempat mengalami penurunan. Padahal, menurut dia, sebelum era 2000-an NTB dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap berada di jajaran atas MTQ Nasional.
“Terakhir tahun 2016 ketika NTB menjadi tuan rumah, kita berada di peringkat empat. Setelah itu prestasi kita menurun. Alhamdulillah pada MTQ Nasional ke-31 ini NTB mampu kembali masuk 10 besar dengan berada di peringkat sembilan,” kata Amir.
Menurut Amir, capaian tahun ini tidak datang secara instan. Persiapan kafilah dilakukan lebih intensif, termasuk melalui Training Center (TC) selama 38 hari untuk mematangkan kemampuan peserta sebelum bertanding di tingkat nasional.
Dia mengatakan penguatan pembinaan tersebut tidak terlepas dari komitmen Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal untuk kembali mendorong prestasi NTB dalam MTQ. Pembinaan qari-qariah serta hafiz-hafizah dilakukan secara berkelanjutan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama pemerintah kabupaten/kota.
“Tahun ini persiapannya berbeda. Komitmen Pak Gubernur untuk memajukan MTQ dan memperkuat kembali pembinaan qari-qariah serta hafiz-hafizah kita begitu kuat. Untuk kali pertama, kita adakan TC. Tak tanggung-tanggung, TC berlangsung selama 38 hari,” ujar Amir.
Hasilnya, delapan peserta NTB berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang. Khairunnisa meraih Juara I Qira’at Mujawwad Dewasa Putri, Ahmad Masyhun Juara II Tafsir Bahasa Arab, Maesarah Juara III Tilawah Dewasa Putri, dan Nihla Hudya Alnaisa meraih Juara III Tilawah Anak-Anak Putri.
Sementara Taqwa Hikmatullah meraih Harapan I Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad meraih Harapan II Hafalan 30 Juz, Ahmad Kodri meraih Harapan III Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra, serta Holis Susabri meraih Harapan III Tilawah Remaja Putra.
Amir menambahkan, pembinaan dilakukan tidak hanya menjelang kompetisi. Seleksi dilakukan secara ketat dan berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Pola tersebut menurutnya penting untuk menemukan sekaligus menyiapkan talenta terbaik NTB secara berkelanjutan.
“Prestasi ini tidak lepas dari pembinaan yang semakin baik dan kontinu dalam menyiapkan qari-qariah dan hafiz-hafizah oleh LPTQ dan pemerintah kabupaten/kota, serta seleksi yang ketat secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya,” kata Amir.
Capaian peringkat ke-9 pada MTQ Nasional XXXI menjadi momentum bagi NTB untuk kembali membangun tradisi prestasi yang pernah dimiliki. Setelah mengalami penurunan dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya, hasil di Semarang menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan dan menyiapkan lebih banyak qari-qariah serta hafiz-hafizah NTB agar mampu bersaing di tingkat nasional.