← Beranda
‎Wagub Papua Pegunungan Minta Prabowo Bangun Sektor Pendidikan, Makan Gratis Diutamakan
AntaraMinggu, 20 September 2026 | 13.26 WIB
Kepala Suku Adat Papua yang juga Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Papua Pegunungan menyebut pembangunan ketahanan keluarga butuh kolaborasi lintas sektor.

Kepala DP2KB Papua Pegunungan Isak Yikwa mengingatkan pentingnya pembangunan ketahanan keluarga di delapan kabupaten.

”Untuk mewujudkannya dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, seperti organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, kelompok masyarakat, serta berbagai mitra pembangunan lainnya dalam mendukung program pembangunan ketahanan keluarga,” kata Isak Yikwa dilansir dari Antara.

Baca Juga: 39 Kerja Sama Ditandatangani di Hari Pertama H20, Ekosistem Halal Diperkuat

Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan agar program yang dilaksanakan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

”Kita membutuhkan kerja sama, komitmen dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Isak Yikwa.

Sementara itu, Kepala Suku Adat Papua yang juga Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menyatakan, pendidikan gratis, makanan gratis, dan sekolah rakyat yang perlu ditingkatkan di Tanah Papua.

Baca Juga: Pepsico dan Bali Waste Cycle Bersinergi, Sulap Sampah Kemasan Jadi Fasilitas Publik di Bali

Pendidikan Gratis dan Makanan Gratis harus berpasangan dan menjadi nomor satu di program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk Papua Pegunungan.

‎‎Karena itu mewakili masyarakat Papua Raya, dia meminta Presiden Prabowo menghitung anggaran tahun ini, sehingga  tahun depan direalisasikan agar seluruh rakyat Papua tenang dan kondusif.

”Ini menyangkut masa depan anak Indonesia Emas termasuk di tanah Papua,” tandas Ones Pahabol. ‎

‎Hal tersebut disampaikan Ones yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Pegunungan di hadapan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

‎‎Menurut Ones Pahabol pendidikan gratis menjadi salah satu aspirasi yang dinilai penting bagi masyarakat di Papua.

”Perhatian terhadap pendidikan perlu menjadi prioritas, selain itu juga program pemenuhan gizi masyarakat. Seluruh masyarakat Papua Raya punya aspirasi agar kesenjangan di Tanah Papua dapat teratasi dengan baik,” tegas Ones Pahabol.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat dengan Sagu dan Ubi

‎‎Ones Pahabol juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).  MBG di Papua tidak hanya menghadirkan perubahan dalam pola pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai membentuk fondasi ekonomi baru yang memberi harapan besar bagi masyarakat kampung.

”Selama ini, banyak program pembangunan di Papua lebih sering dipahami sebatas pembangunan fisik dan infrastruktur. Kehadiran program MBG menunjukkan bahwa pembangunan manusia kini menjadi perhatian utama pemerintah di Papua,” papar Ones Pahabol.

”Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus belajar dalam kondisi asupan gizi terbatas kini mulai mendapatkan perhatian serius melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi setiap hari,” imbuh dia.

Baca Juga: Komisi IV DPR Apresiasi Manggala Agni Tangani karhutla di Kalimantan dan Sumatera

‎menurut dia, program MBG juga menciptakan pergerakan ekonomi yang nyata di tingkat masyarakat.

Kebijakan Pemerintah Provinsi Papua yang mendorong pemanfaatan hasil kebun dan tangkapan ikan masyarakat lokal untuk mendukung kebutuhan dapur MBG menjadi langkah yang sangat strategis.

”Selama ini, petani dan nelayan di banyak wilayah Papua sering menghadapi keterbatasan pasar dan distribusi hasil produksi. Kini, melalui MBG, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuka peluang pasar yang stabil bagi masyarakat lokal,” tandas Ones Pahabol.

Baca Juga: 23 Kilometer Pantai Karawang Alami Abrasi, Bibit, Pohon Mangrove Diperlukan

‎Karena itu dia menambahkan, program ini harus bisa menyentuh setiap anak di tanah Papua Raya untuk menyelesaikan penanganan stunting.

‎Menurut Ones, kondisi anak-anak di pedalaman Papua berbeda dengan anak-anak di perkotaan yang lebih mudah mendapatkan akses makanan.

‎‎Dia juga menyingung musim kemarau panjang yang membuat masyarakat kehilangan makanan sehari-hari, terutama umbi-umbian dan sayur-sayuran. Akibatnya, masyarakat sulit membiayai anak sekolah dan makanan di sekolah.

”Kita harapkan di setiap kabupaten bangun sekolah rakyat ini otomatis makanan gratis dan mutu pendidikan yang berkualitas demi pembangunan sumber daya manusia,” ungkap Ones Pahabol.

Baca Juga: Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi, Manokwari

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah