JawaPos.com - Sebuah video rekaman siswa salah satu SMK di Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah, viral di media sosial dan membuat netizen mual.
Video itu menampilkan temuan belatung pada lauk makan bergizi gratis (MBG) yang disuguhkan padanya.
Belatung hidup itu tampak jelas menggeliat di lauk olahan daging yang disajikan di atas ompreng
Berdasarkan informasi yang dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), peristiwa ini diduga terjadi di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Kecamatan Juwana.
Baca Juga: Baru Kerasa Malam Hari, 413 Siswa SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Dalam video yang berdurasi 17 detik itu, tampak seorang siswa tengah membelah lauk makan siangnya. Menu MBG itu, menyerupai ayam krispi atau nugget.
Ironisnya, saat daging olahan itu dibelah dengan tangan, terlihat jelas belatung berwarna putih menggeliat di sela-sela serat daging.
Lauk tak layak konsumsi itu disajikan di atas ompreng berbahan stainless steel bersanding dengan nasi putih, selembar daun selada, dan lauk pendamping lain.
Terdengar riuh suara para siswa di balik layar yang merekam kejadian itu. Mereka terdengar sangat terkejut sekaligus jijik melihat kondisi makanan mereka.
Para murid saling memeringatkan teman-temannya, agar segera mengecek makanan sebelum dikonsumsi. “Hati-hati, Bos," ucap salah seorang siswa memperingatkan.
Baca Juga: BPOM Dapat Anggaran Rp 1,9 Triliun, Sekitar Rp 509 M Khusus untuk Awasi MBG
Terdengar pula siswa lain yang mengekspresikan kekagetannya dengan kalimat “Modar aku (mati aku).” Juga celetukan yang menyebutkan singkatan “MBG" yang diduga merujuk pada program makanan di sekolah itu.
Di dalam kolom komentar Facebook Vindi Agil, netizen pun ikut bersuara. “Mual melihatnya,” katanya.
Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi belatung tentu membawa risiko kesehatan serius bagi pencernaan para pelajar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyedia jasa katering terkait temuan fatal ini.
Saat dihubungi, Kepala SMK BTB Juwana Muslih Masduqi belum merespon. Di samping itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati juga belum menerima laporan.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Sebut Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
“Belum ada laporan ke kami (Dinkes). Silakan bisa gunakan kanal lapor bupati,” kata Kepala Dinkes Pati Luky Pratugas Narimo.
Sementara itu, 17 murid di SDN Maitan 1, Tambakromo, Pati, Kamis (17/9) lalu, mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi susu dari MBG.
Menanggapi insiden ini, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan, kondisi seluruh murid yang terdampak kini telah membaik.
Chandra menyatakan, pihaknya telah bergerak cepat dengan menugaskan Dinkes mengecek langsung ke lokasi kejadian. “Laporannya ada 17 siswa.
Tapi alhamdulillah sudah bisa ditangani. Mereka sudah di rumah," ujarnya.
Baca Juga: Sudaryono Ungkap Kondisi Dua Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Mulai Membaik
Ia menegaskan, tak ada satu pun murid yang harus menjalani rawat inap, akibat kejadian ini.
Sementara terkait kelayakan konsumsi susu itu, Chandra mengungkapkan, masa kedaluwarsa produk sebenarnya masih sangat panjang, hingga 2027.
Namun, ada laporan yang menyebut, cairan susu itu berubah warna menjadi kuning.
Pihak distributor diduga tidak mengecek isi produk secara langsung. Sebab, merasa tanggal kedaluwarsanya masih lama. “Mungkin karena rusak produksinya," jelas Chandra.
Sebagai tindak lanjut, sampel susu yang diduga menjadi pemicu keracunan itu, sedang dalam proses uji laboratorium.
Baca Juga: Anggaran MBG Terserap 63,89 Persen per September 2026, Sisa Rp 79 Triliun sampai Akhir Tahun
Kejadian ini, juga akan menjadi bahan evaluasi. Agar mitigasi dan pengecekan produk dilakukan lebih ketat, sebelum dibagikan ke murid. Meski masa kedaluwarsanya masih panjang.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai isu penghentian sementara distribusi susu di wilayah pasca kejadian, Chandra mengaku, belum mendapatkan laporan atau informasi terkait hal itu.
Kasus ini masih terus dalam pemantauan pihak-pihak terkait, sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar.