← Beranda
BPBD Jatim Maksimalkan Water Bombing Karhutla Buthak dan Kawinajang
Dadang KurniaSabtu, 19 September 2026 | 01.23 WIB
BPBD Jatim mengerahkan Helikopter PK-DAP untuk melakukan water bombing di area Karhutla Gunung Buthak dan Kawinanjang. (BPBD Jatim)

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengalihkan fokus ke penanganan Karhutla Gunung Buthak Kabupaten Malang dan Gunung Kawinajang Kabupaten Blitar.

Hal ini dilakukan setelah meredanya kebakaran di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Lawu.

Lokasi kebakaran yang berada di puncak gunung dan kondisinya terus membesar membuat Tim BPBD Jatim harus mengerahkan Helikopter PK-DAP untuk melakukan water bombing.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, sepanjang hari ini, tepatnya hingga pukul 15.00 WIB, pemadaman via udara telah dilakukan sebanyak 16 kali, dengan curahan air sebanyak 16.000 liter.

"Water bombing kali ini menyasar sejumlah titik api yang terpantau masih menyala, yakni di atas Pos Meja Bunder, di kawasan Gunung Malang, di sebelah utara Pos 3 Buthak dan di sebelah utara Pos 4 Batu Tulis," ujarnya dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (18/9).

Gatot mengatakan, selain melalui jalur udara, penanganan Karhutla di kawasan ini juga dilakukan melalui jalur darat oleh Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Malang, BPBD Blitar, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan warga setempat.

Tim gabungan ini dibagi dua gelombang, yang berangkat dari Posko Precet Gunung Kawi menuju Puncak Pitrang, Petak 177 RPH Gendogo, dan area Pos 3 Batu Tulis.

"Gelombang pertama berangkat pukul 03.00 WIB dini hari dan gelombang kedua berangkat pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan pemadaman api secara manual dan membuat sekat bakar, guna mencegah api semakin meluas," terang Gatot.

Sebelumnya, pada Kamis (17/9), water bombing juga dilakukan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang sebanyak 15 kali dengan curahan air mencapai 15.000 liter.

Sedangkan pada Rabu (16/9), water bombing dilaksanakan di kawasan ini sebanyak 11 kali dengan curahan air sebanyak 11.000 liter.

"Pada hari Selasa, kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan. Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan," ucap Gatot.

Gatot mengungkapkan, berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang telah mencapai sekitar 1.000 hektar.

"Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini," terangnya.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra