JawaPos.com - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Wilis di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sejak Rabu (16/9) sekitar pukul 06.05 WIB.
Amukan si jago merah dilaporkan telah menghanguskan sedikitnya 50 hektar lahan hutan di lereng pegunungan tersebut.
"Luas wilayah yang terdampak sekitar 50 hektare. Data dapat berkembang," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (18/9).
Gatot mengatakan, untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Nusron Wahid Bantah Menghilang usai OTT KPK: Masa Bisa Kayak Jin
Gatot merinci, titik lokasi yang terbakar cukup luas, meliputi area Petak 23 dan 24 RPH Gedangklutuk yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk, hingga menjalar ke Petak 47B RPH Kare yang berada di Desa dan Kecamatan Kare, Madiun.
Gatot mengungkapkan, proses pemadaman langsung di titik pusat api menemui jalan buntu. Tim gabungan berhadapan dengan kondisi geografis Gunung Wilis yang sangat ekstrem dan tidak bersahabat.
Gatot menjelaskan, titik api berada di area puncak gunung dengan kontur tebing yang sangat curam, terjal, dan berbahaya untuk dijangkau personel darat. Karena risiko yang sangat tinggi, tim gabungan terpaksa mengubah strategi penanganan.
"Personel BPBD Provinsi Jatim, TRC PB BPBD Kabupaten Nganjuk, dan Perhutani saat ini melanjutkan giat pemantauan titik api dari jauh karena lokasi sulit dijangkau," jelas Gatot.
Meski tak bisa memadamkan pusat api secara langsung, tim gabungan tidak tinggal diam. Fokus utama saat ini adalah mencegah kobaran api turun dan merambat lebih luas.
Sebagai langkah mitigasi, petugas telah membangun sekat bakar di empat titik strategis. Keempat titik penyekatan tersebut berada di kawasan Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik atau Sedepok, dan Candi Laras.
Menurut pantauan BPBD Jatim, titik api saat ini terpantau masih berjarak sekitar 10 kilometer dari pemukiman warga terdekat. Gatot juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Karhutla ini.
Untuk memaksimalkan kordinasi dan assessment di lapangan, tim gabungan kini telah mendirikan Posko Siaga Karhutla yang dipusatkan di Balai Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.