← Beranda
Kawasan Transmigrasi Papua Disiapkan Jadi Sentra Industri Cokelat, Tarik Investor
Dimas Choirul• Jumat, 18 September 2026 | 13.12 WIB
Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanegara/(Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kawasan transmigrasi di Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, tengah dibidik untuk dikembangkan menjadi sentra industri cokelat. 

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanegara mengatakan, pengembangan potensi cokelat tengah didorong bersama berbagai pihak, termasuk calon investor dari luar negeri.

Pemerintah melihat potensi bahan baku, lahan, dan tenaga kerja yang tersedia sebagai modal industrialisasi, sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

"Saya baru diskusi dengan beberapa profesor dari Jepang. Mereka datang ke Papua itu di antaranya ke kawasan transmigrasi di Lereh itu untuk mencari cokelat. Nah, inilah yang ingin kami kembangkan," kata Iftitah di Jayapura, Kamis (17/9) malam.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat dengan Sagu dan Ubi

Menurut dia, potensi tersebut tidak ingin berhenti pada produksi bahan mentah. Pemerintah ingin mendorong pengembangan dalam skala industri sekaligus memperkuat hilirisasi sesuai arahan Presiden.

"Ini ke depan kita harapkan dengan industrialisasi ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, termasuk hilirisasinya, adalah bagaimana nanti kita bisa membuka lebih banyak lapangan kerja," ujarnya.

Iftitah mengatakan, pemerintah juga tengah berupaya menarik investor dari sejumlah negara untuk mengembangkan potensi ekonomi di Papua.

Selain cokelat, komoditas lain seperti buah matoa turut dilirik untuk dikembangkan.

"Kalau untuk konteks Papua, kita juga sedang berupaya untuk menggaet investor dari luar, dari Tiongkok untuk pengembangan misalkan tadi cokelat, juga dengan Jepang. Terus kemudian juga bahan-bahan baku lainnya, termasuk tadi Pak Menko juga menyebut ada komoditas matoa di Papua ini," jelasnya.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Papua Dimatangkan AHY, Konektivitas Jadi Prioritas Utama

Namun, Iftitah menekankan investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi tidak hanya berorientasi pada pengembangan industri.

Kehadiran industri juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, khususnya orang asli Papua.

"Hanya kita ingin bedanya ya, investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi itu memampukan masyarakat setempat. Itu kata kuncinya," tegas Iftitah.

Dia menuturkan, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat terlibat ketika industri mulai beroperasi.

"Jadi kita juga hadirnya Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ini adalah untuk memampukan mereka sehingga ketika ada industri dan lapangan kerjanya tersedia, masyarakat setempat bisa terserap oleh industri yang ada," pungkasnya.

Baca Juga: 13 Tahun Jadi Sopir di Papua, Polisi Pastikan Aris Sanda Bukan Intel

EDITOR: Bayu Putra