← Beranda
Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok dengan Siswa, Kemenag Bantah Kabar Dikeroyok
Dadang KurniaSelasa, 15 September 2026 | 23.14 WIB
ILUSTRASI Guru matematika sedang mengajar murid di kelas. (istimewa)

JawaPos.com - Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo memastikan, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Nganjuk, Suaidi (56) meninggal dunia disebabkan hipertensi.

Ia membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa guru asal Kediri tersebut meninggal akibat dikeroyok siswanya.

"Keluarganya (istri guru) sudah menyatakan bahwa suaminya meninggal karena hipertensi dan ya semuanya damai tidak menuntut apa-apa, seperti itu," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (15/10).

Setelah kejadian cekcok dengan siswanya, Suaidi sempat mengalami muntah-muntah saat hendak mengajar di kelas.

Pihak sekolah kemudian membawanya ke rumah sakit, dan dokter menyatakan tensi sang guru saat itu tinggi.

"Nah, di saat beliau mau mengajar kelas lain itu, muntah-muntah gitu. terus dibawa ke rumah sakit. Jadi oleh sekolah dibawa ke rumah sakit dan ternyata beliau punya tensi tinggi," terang Sugiyo.

Setelah lima hari mendapat perawatan di rumah sakit, sang guru itu pun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sugoyo mengatakan, berdasarkan keterangan medis, sang guru tersebut dinyatakan meninggal akibat hipertensi.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra