← Beranda
86 Siswa MTsN 1 Kota Pariaman Diduga Keracunan MBG, Mulai Sakit Perut hingga Pusing
Dimas ChoirulSelasa, 15 September 2026 | 04.34 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad mendatangi siswa MTsN 1 Kota Pariaman yang terdampak dugaan keracunan setelah menyantap makanan program MBG, Senin (14/9/2026)/(Padang Ekspres)

 

JawaPos.com - Sekitar 86 siswa MTsN 1 Kota Pariaman diduga mengalami keracunan dari makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (14/9). Para siswa mengeluhkan pusing, sakit perut, dan mual setelah menyantap makanan MBG.

Dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman langsung siaga dan melakukan penanganan medis agar kondisi para siswa membaik.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengklaim sebagian besar siswa yang terdampak MBG telah pulih. Sekitar 50 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan.

“Saat ini tersisa sekitar 20-an siswa yang masih menjalani perawatan,” ujar Yota sebagaimana dikutip dari Padang Ekspres.

Kasus ini muncul setelah siswa menyantap menu MBG yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pihak Pemkot Pariaman menyebut SPPG melayani enam sekolah di daerah tersebut.

Namun, gejala keracunan hanya ditemukan di MTsN 1 Kota Pariaman. Lima sekolah lain yang menerima makanan dari penyedia sama tidak melaporkan gejala serupa.

Baca Juga: Banyak Kasus Keracunan MBG, Kenali 4 Ciri Umum Makanan Tak Layak Makan

“Hasil penelusuran (tracking) kami di lima sekolah lainnya menunjukkan tidak ada siswa yang mengalami gejala serupa,” kata Yota.

Pemkot Pariaman meminta Dinas Kesehatan memanggil koordinator dan pihak SPPG. Petugas juga memeriksa kondisi dapur penyedia makanan untuk mencari sumber masalah.

Petugas membawa sampel makanan dan muntahan siswa ke laboratorium. Pemeriksaan ini untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa.

Sebelumnya, laporan dugaan keracunan MBG di MTsN 1 Pariaman menyebut puluhan siswa alami mual, pusing, dan muntah. Beberapa siswa mendapat penanganan di fasilitas kesehatan akibat kondisi memburuk.

Baca Juga: Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM

Yota menegaskan Pemerintah Kota Pariaman menanggung seluruh biaya perawatan siswa yang masih berobat. Pemerintah juga evaluasi pengelolaan SPPG dan beri teguran keras pada pengelola.

Pemerintah Kota Pariaman mengimbau siswa dan pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta perhatikan kondisi makanan dalam program MBG.

Jika menemukan perubahan rasa, bau, atau kondisi makanan mencurigakan, siswa diminta segera lapor ke sekolah atau Pemko Pariaman. Kini, pemerintah masih menunggu hasil laboratorium untuk pastikan penyebab gangguan.

EDITOR: Ilham Safutra