JawaPos.com - Jumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB bertambah menjadi sebanyak 352 siswa.
Terkait kasus itu, Kepala Regional (Kareg) BGN Nusa Tenggara Barat (NTB), Eko Prasetyo meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas keteledoran pihaknya.
"Pertama-tama kami perlu menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, permohonan maaf kepada adik adik, anak anak kita yg terdampak, termasuk para keluarga/wali murid, dan pihak sekolah," kata Eko, Jumat (11/9).
Eko mengatakan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya ke depan.
Baca Juga: UGD Tak Muat, 179 Siswa SD Keracunan MBG di Lombok Dilarikan ke Kantor Camat
"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan, Puskesmas, TNI/Polri dan pihak lain yang terlibat dalam penanganan di lapangan termasuk bapak/ibu media yang membantu dalam penyampaian berita yang aktual," imbuhnya.
Guna menindaklanjuti kejadian tersebut, pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Kantor BGN pusat untuk ditindaklanjuti, sembari menunggu hasil laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui penyebab keracunan.
"Kami akan menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan pusat dan bersama-sama menunggu hasil lab terhadap sample makanan yang diproduksi hari ini. Pihak kami akan selalu memantau perkembangan di lapangan terkait kejadian ini," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa di Lombok Tengah diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (11/9) pukul 14.00 WITA.
Paket yang dikonsumsi para siswa tersebut berisi kebab, daging ayam, dan salad buah.
Baca Juga: Kebab dan Daging Ayam: Menu MBG yang Bikin Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan
Menurut keterangan Dokter Puskesmas Bagu, dr. Dessy Jumianita, jumlah korban saat Jumat siang tadi mencapai 179 siswa. Mereka masuk ruang UGD berbondong-bondong.
"Untuk korban murid yang dibawa kesini sebanyak 179 orang, selebihnya dievakuasi ke empat lokasi, ada ke Puskesmas Bagu," sebut dr Dessy Jumianita selalu dokter penanggung jawab, dilansir dari LombokPost (Jawa Pos Group).
Kondisi fasilitas kesehatan yang terbatas membuat UGD Puskesmas Pringgarata meluap dan tidak mampu menampung seluruh pasien.
Sehingga sebagian besar murid terpaksa dievakuasi dan menjalani perawatan darurat di area Kantor Kecamatan Pringgarata.
"Karena penuh di Puskesmas sebagian dibawa kemari, setelah tiga jam observasi mereka kita pulangkan," singkat Kepala Camat Pringgarata Lalu Winata Kusuma.
Baca Juga: 179 Siswa SD di Lombok Dilarikan ke UGD karena Keracunan MBG
Kapolresta Loteng Kombes Pol Hariyanto mengatakan, pihaknya langsung turun mengecek kondisi kesehatan murid di puskesmas Pringgarata. Selain itu, tim sudah diturunkan untuk mengecek kondisi dapur.
"Dari data sementara ada tiga sekolah, SDN Beber, Repok Puyung dan Serambi Daya di Batukliang," singkatnya.