JawaPos.com - Helikopter PK-DAP kembali dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing di area kebakaran hutan dan lahan Gunung Bromo, Jumat (11/9).
Water bombing yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) itu berlangsung di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengungkapkan, titik api di Gunung Bromo kembali terdeteksi Kamis (10/9), sekitar pukul 16.00 WIB.
Ini bukan kali pertama kawasan wisata Gunung Bromo mengalami karhutla di tahun ini.
Baca Juga: Padamkan Kebakaran Gunung Bromo, BPBD Bakal Lakukan Water Boombing
Pada Agustus 2026, Gunung Bromo juga sempat mengalami kebakaran hebat, dan pada akhirnya sumber api bisa dipadamkan total.
Satriyo menjelaskan, helikopter yang dikerahkan hari ini merupakan helikopter yang sempat digunakan pada operasi pemadaman karhutla sebelumnya di Jatim.
Helikopter berkapasitas bucket 1.000 liter ini melakukan operasi water bombing di beberapa titik, dan mengambil air di Ranu Pani, Senduro, Lumajang.
Hingga pukul 12.00 WIB, lanjut Satriyo, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali dengan jumlah air yang dicurahkan sebanyak 17.000 liter.
"Karena kondisi di lokasi saat ini kabutnya sangat tebal, water bombing sementara tidak bisa kita lanjutkan demi faktor keselamatan," ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Baca Juga: Bromo Kebakaran Lagi, Api Merambat di Kawasan Savana Penggol
Satriyo menjelaskan, lokasi kebakaran berada di medan yang terjal dan jauh dari jangkauan, sehingga aksi pemadaman lewat jalur darat juga belum bisa dilakukan.
Meski demikian, tim gabungan tetap disiagakan memantau kondisi karhutla di Gunung Bromo, untuk mengantisipasi jika kebakaran tersebut merembet ke bagian bawah.
"Saat ini, luas area terdampak kebakaran masih dalam pendataan dan kondisi api saat ini telah merembet ke wilayah Gunung Kursi," ucapnya.
Sebagai antisipasi, Balai Besar TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo dari jalur Jemplang, Malang.
Baca Juga: Wisata Bromo Dibuka Lagi Usai Kebakaran, Pengunjung Dilarang Buang Puntung Rokok