JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz mengkonfirmasi beredarnya informasi terkait dengan komunikasi antara pelaku penembakan 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dengan keluarga korban. Pendalaman masih terus dilakukan.
Merujuk informasi yang beredar pada akun media sosial @pontianak_infomedia, pelaku penembakan tampak berkomunikasi melalui sambungan video call dengan keluarga korban. Dalam video itu, pelaku terlihat tidak menyesal sama sekali. Pertanyaan keluarga korban soal alasan penembakan direspons santai oleh pelaku.
”Masih dalam proses penyelidikan (beredarnya video pada akun media sosial tersebut),” ungkap Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo pada Jumat (11/9).
Sesuai dengan data dari pihak kepolisian, ketiga korban penembakan yang kehilangan nyawa saat bertugas terdiri atas Aprida Rapi selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Alfonsius Albinus Mehan selaku dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya, serta dan Willi Mbuik selaku calon PNS.
Dari informasi yang beredar, pelaku penembakan bisa berkomunikasi dengan keluarga korban karena mengambil telepon genggam salah seorang korban. Telepon genggam yang diambil milik korban bernama Willi Mbuik yang masih berstatus calon PNS.
”Iya betul (pelaku video call dengan keluarga korban),” tambah Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani saat dikonfirmasi.
Sampai saat ini, lanjut Faizal, satgas yang dia pimpin bersama Polres Jayawijaya terus mendalami peristiwa penembakan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi, dan mengumpulkan barang bukti.
”Penyelidikan dan penyidikan terus kami lakukan untuk mengungkap perkara ini secara terang dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas jenderal bintang dua Polri tersebut.
Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri dan identitas pelaku. Berdasar keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan tersebut berjumlah 8 orang. Mereka disebut membawa 2 pucuk senjata api laras panjang. Terkait dengan senjata api laras pendek, saksi belum bisa memastikan keberadaannya.