JawaPos.com - Seluruh jenazah korban penembakan rombongan pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan, pemulangan jenazah ketiga korban sudah berlangsung sejak Kamis (10/9). Sesuai jadwal dan rencana, jenazah para korban diperkirakan tiba di rumah duka masing-masing hari ini (11/9).
”Jenazah (korban) atas nama WB telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang,” kata dia.
Baca Juga: Keracunan Massal Santri Sidoarjo, Dinkes Benarkan Hasil Lab Sampel MBG Ditemukan Bakteri
Pesawat yang membawa jenazah tersebut terbang dari Wamena untuk transit di Sentani. Kemudian melanjutkan penerbangan ke Makassar. Dari Makassar ke pesawat lebih dulu ke Jakarta. Dan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB, kembali terbang ke Kupang.
”Pagi ini sekitar pukul 07.00 waktu setempat akan tiba di Bandara El Tari,” terang Yusuf.
Sementara itu, 2 jenazah korban lainnya masih berada di Jayawijaya. Rencananya akan diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing hari ini. Satu jenazah korban akan dipulangkan ke Maumere di NTT dan satu lainnya ke Toraja di Sulsel.
Kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Yusuf meminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Sebab, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri para pelaku penembakan. Kini mereka tengah dikejar untuk mempertanggungjawabkan kejahatan yang merenggut korban jiwa.
Penembakan di Distrik Muliama terjadi Sebelum Peninjauan Lokasi Program Cetak Sawah
Sesuai dengan laporan awal, Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani, penembakan yang terjadi di Distrik Muliama itu menyebabkan 3 orang meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.53 WIT saat rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 melintas dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.
”Dalam kejadian tersebut menyebabkan 3 orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan,” kata dia dalam keterangan resminya pada Kamis (10/9).
Para korban terdiri atas WB yang tertembak pada bagian pinggang kanan, AAM tertembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri, serta AR tertembak pada bagian perut.
Ketiga korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena. Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.
Polisi Menduga Pelaku Adalah KKB dari Nduga
Selain melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian, personel Satgas Operasi Damai Cartenz juga menyisir area sekitar Puskesmas Muliama serta lokasi lain yang diduga menjadi tempat terjadinya aksi penembakan.
”Petugas juga mengamankan 8 orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat kejadian,” imbuhnya.
Para saksi sudah dimintai keterangan untuk membantu penyidik mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.
”Petugas keamanan masih mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan fakta secara menyeluruh,” kata Faizal.
Berdasar penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga. Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku.