JawaPos.com – Pemkab Pati menetapkan kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Hingga Kamis (10/9) dini hari, sekitar 45 siswa masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.
Pemkab Pati memastikan biaya pengobatan seluruh siswa dan guru yang diduga keracunan MBG di Kecamatan Gembong ditanggung pemerintah daerah.
"Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka, serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” tutur Chandra dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), dikutip Kamis (10/9).
Baca Juga: Siswa di Gembong Pati Trauma dengan MBG: Bikin Sakit Perut, Bolak Balik ke Toilet
Menurut dia, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
Hal itu mengingat kasus tersebut menyangkut keselamatan korban dan telah masuk kategori KLB.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.
Penanganan dilakukan melalui koordinasi Pemkab Pati dengan Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain memastikan penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban.
Baca Juga: Ratusan Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.
Chandra menyebut data korban masih terus diperbarui. Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD R.A.A. Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.
Ia menambahkan, Pemkab Pati terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, perawat, dan direktur rumah sakit untuk memantau kondisi para korban.
Bahkan, tenaga kesehatan juga diterjunkan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG dari SPPG Patalan 2 Bantul Meluas ke Sejumlah Sekolah
“Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati. Kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati,” imbuh Chandra.