JawaPos.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengurai potensi penumpukan kendaraan di sepanjang jalan akses Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan memperkuat layanan penyeberangan rute Tanjung Wangi-Lombok.
Langkah ini ditandai dengan resmi beroperasinya KMP Port Link milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yang menambah total armada aktif di lintasan tersebut menjadi empat kapal.
Branch Manager Pelabuhan Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro mengatakan, pengoperasian armada baru ini difokuskan untuk memangkas antrean panjang kendaraan yang kerap mengular di luar area pelabuhan saat terjadi peningkatan volume logistik. Dengan daya tampung yang lebih besar, arus kendaraan menuju penyeberangan dapat dikelola lebih cepat dan tertata.
"Dengan kapasitas layanan yang semakin besar, antrean kendaraan dapat dikelola dengan lebih baik sehingga potensi kepadatan lalu lintas di sekitar akses menuju pelabuhan juga dapat diminimalkan," ujar Eko melalui siaran tertulisnya, Kamis (10/10).
Baca Juga: 65 Kilogram sabu-Sabu Nyaris Masuk Bengkalis Riau, Diselundupkan lewat Laut
Ia menambahkan, beroperasinya KMP Port Link juga memberikan fleksibilitas jadwal bagi pengguna jasa, terutama saat terjadi lonjakan arus kendaraan angkutan barang maupun penumpang.
KMP Port Link memiliki Length Overall (LOA) sepanjang 131,8 meter. Kapal ini mampu mengangkut sekitar 150 kendaraan campuran dalam sekali jalan, mencakup kendaraan golongan II, III, IV, hingga V.
Peningkatan kapasitas ini disebutnya sangat krusial mengingat tingginya aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 163.334 kendaraan melakukan kegiatan bongkar muat melalui layanan kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro), meliputi kendaraan golongan II hingga VII.
Berdasarkan catatan tersebut, lanjut Eko, layanan kapal Ro-Ro di rute Tanjung Wangi-Lombok menjadi jalur vital penopang rantai pasok logistik antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Keberadaan layanan ini memungkinkan truk dan armada angkutan bergerak langsung bersama muatannya tanpa perlu proses bongkar muat barang secara terpisah di pelabuhan.
Guna memastikan operasional berjalan tanpa hambatan, Pelindo terus berkoordinasi dengan operator kapal dan para pemangku kepentingan terkait. Pemantauan intensif dilakukan secara berkala di lapangan untuk mengantisipasi potensi penyumbatan di area dermaga maupun pintu masuk pelabuhan.
“Pelindo akan terus mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Harapannya, layanan yang semakin optimal dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran mobilitas dan distribusi logistik antarpulau,” tutup Eko.