JawaPos.com - Sebanyak 500 bibit terumbu karang ditanam di Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan 32 unit spider frame.
Program dirancang berjalan selama empat tahun untuk pemulihan terumbu karang di kawasan itu.
Tidak hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, bagi masyarakat pesisir Pulau Messah, kondisi laut juga berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya perikanan dan peluang pengembangan wisata bahari.
Baca Juga: Jatim Cerah Sepanjang Hari 7 September 2026, Lamongan dan Kota Mojokerto Paling Terik
Program tersebut dilaksanakan di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo.
Pemilihan lokasi dilakukan berdasar rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo, termasuk karena terdapat area yang membutuhkan dukungan pemulihan ekosistem terumbu karang.
Tidak berhenti pada penanaman bibit
Transplantasi menjadi bagian dari rangkaian program yang sebelumnya telah dimulai sejak April 2026.
Baca Juga: Kebakaran Kawah Ijen Meluas, BPBD Jatim Kerahkan Heli Water Bombing dan Hujan Buatan
Tahap awal dilakukan melalui silaturahmi dan edukasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, nelayan, serta warga Desa Pasir Putih.
Pendekatan tersebut penting karena keberhasilan rehabilitasi terumbu karang tidak hanya ditentukan oleh jumlah karang yang ditanam.
Perawatan, pemantauan, dan keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan juga menjadi bagian penting agar upaya pemulihan dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Taman Nasional Komodo, mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan terumbu karang.
Perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih juga mendapat pelatihan mengenai pembuatan dan pengelolaan media coral nursery.
Pelatihan dilakukan melalui praktik langsung dengan pendampingan teknis.
Baca Juga: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Wafat, Jejak Pengabdiannya Membekas di Banua
Materinya mencakup pengenalan metode coral nursery, pemilihan fragmen karang yang layak ditransplantasikan, pemasangan media, perawatan dan pemantauan pertumbuhan karang, hingga teknik transplantasi ke area rehabilitasi.
GM Corporate Communication & Sustainability Natalia Lusnita mengatakan, program tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi upaya pemulihan ekosistem yang berkelanjutan.
“Bagi MPMX, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Peresmian program transplantasi terumbu karang ini menjadi kelanjutan dari proses yang telah kami mulai bersama masyarakat sejak April," papar Natalia Lusnita.
Baca Juga: Panjang Antrean di Pelabuhan Ketapang Kian Pendek, Penyeberangan Antarpulau Mulai Lancar
"Kami ingin program ini tidak berhenti pada kegiatan transplantasi, tetapi berkembang menjadi upaya jangka panjang dalam membantu memulihkan dan menjaga ekosistem laut sekaligus membangun kapasitas serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dari keberlanjutan program," ujar dia melalui keterangannya.
Mengapa terumbu karang penting bagi warga Pulau Messah?
Terumbu karang yang sehat memiliki fungsi ekologis sekaligus sosial dan ekonomi.
Ekosistem ini menjadi habitat bagi berbagai biota laut dan ikut menopang sumber daya perikanan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.
Baca Juga: Dampak Erupsi Krakatau: Juanda Beroperasi 24 Jam untuk Konektivitas
Dalam jangka panjang, kondisi terumbu karang juga dapat berkaitan dengan daya tarik wisata bahari.
Karena itu, pemulihan kawasan karang berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar memperbaiki kondisi bawah laut.
“MPMX percaya bahwa lingkungan yang terjaga juga dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat," ujar Natalia Lusnita.
"Terumbu karang yang sehat tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga mendukung sumber daya perikanan dan memiliki potensi untuk memperkuat daya tarik wisata bahari,” kata Natalia.
Baca Juga: Krisis Air Gili Trawangan, Gubernur Iqbal Targetkan Suplai Air Segera Normal
Dia menambahkan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar manfaat pemulihan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah, otoritas kawasan, masyarakat lokal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat program ini dapat tumbuh dan dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Natalia Lusnita.
Program berjalan empat tahun
Program transplantasi terumbu karang di Pulau Messah dirancang sebagai inisiatif jangka panjang selama empat tahun.
Baca Juga: Semeru Erupsi, BPBD Jatim Sebut Masih Normal Namun Masyarakat Tetap Harus Waspada
Orientasinya mencakup tiga aspek yang saling berkaitan, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Dari sisi lingkungan, rehabilitasi diharapkan membantu memulihkan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber daya pesisir.
Pada aspek sosial, edukasi, pelatihan coral nursery, dan keterlibatan warga dalam kegiatan konservasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas lokal serta rasa memiliki terhadap program.
Baca Juga: Perpaduan Tradisi dan Kreasi, Festival Tong-Tong Sumenep Sukses Pikat Ribuan Warga
Sementara dari sisi ekonomi, terumbu karang yang lebih sehat diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata bahari berbasis ekowisata di Pulau Messah.
Pendekatan serupa sebelumnya juga dilakukan melalui rangkaian inisiatif lingkungan di NTT.
Pada 2022–2025, sebanyak 100.000 mangrove ditanam di Desa Golo Sepang.
Kegiatan tersebut kemudian diintegrasikan dengan pemberdayaan masyarakat melalui budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Putri Mahkota Swedia Victoria Tiga Hari di NTB, Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Swedia
Pemerintah desa berharap masyarakat terus dilibatkan
Kepala Desa Pasir Putih Mustaming, S.Pd.I., menyambut baik keberlanjutan program rehabilitasi terumbu karang di wilayahnya.
Menurut dia, laut memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Pulau Messah sehingga upaya menjaganya menjadi kepentingan bersama.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi komitmen MPMX dalam mendukung pelestarian terumbu karang di Pulau Messah. Laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat kami, sehingga upaya untuk menjaga ekosistemnya juga menjadi kepentingan bersama," terang Mustaming.
Baca Juga: 8 Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung Dibatalkan
"Kami berharap program ini dapat terus melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat, baik bagi kelestarian lingkungan maupun pengembangan potensi ekonomi masyarakat Pulau Messah. Pemerintah desa siap mendukung dan bekerja sama agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelas Mustaming.
Ke depan, kegiatan akan diarahkan pada pelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta keterlibatan warga secara bertahap.
Bagi Pulau Messah, keberhasilan rehabilitasi terumbu karang pada akhirnya bukan hanya diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Status Siaga, Layanan Commuter Line Merak dan Basoetta Berjalan Normal
Yang tak kalah penting adalah apakah ekosistem tersebut dapat tumbuh kembali dan masyarakat memiliki kemampuan serta kepentingan untuk ikut menjaganya.
Jika proses itu berjalan konsisten selama empat tahun, pemulihan terumbu karang berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga dua hal sekaligus yaitu kesehatan ekosistem laut dan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.