JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengerahkan helikopter water bombing sekaligus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Minggu (6/9).
Api kebakaran di kawasan Kawah Ijen mulai terpantau pada Kamis (3/9). Hingga saat ini, api belum juga bisa dipadamkan, sehingga BPBD Jatim mengerahkan penanganan skala besar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto menjelaskan, langkah darurat ini diambil menyusul penerbitan Status Tanggap Darurat oleh Bupati Banyuwangi serta permohonan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna mempercepat pemadaman api yang telah menghanguskan sekitar 20 hektare lahan.
Baca Juga: Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Wafat, Jejak Pengabdiannya Membekas di Banua
"Helikopter yang sebelumnya melakukan aksi water bombing di kawasan Gunung Semeru, mulai kita geser ke Ijen untuk membantu percepatan," ujarnya, Senin (7/9).
Ia menjelaskan, pada operasi perdana di kawasan Ijen, helikopter tipe PK-DAP berkapasitas 1.000 liter tersebut baru mampu menyiramkan air sebanyak dua kali dengan total curahan 2.000 liter. Terbatasnya durasi pemadaman udara ini dipicu faktor cuaca ekstrem di puncak gunung.
“Kondisi angin di kawasan Gunung Ijen sangat kencang dan cuaca juga berkabut tebal,” terang Gatot.
Selain lewat jalur udara, BPBD Jatim menerjunkan tim darat yang difokuskan menyisir titik api di sebelah barat Kawah Ijen. Tim dibekali peralatan pemadaman manual, meliputi 10 unit gepyok, 12 unit fire ball, 3 unit jet shooter, serta alat pelindung diri (APD) lengkap.
Selain pemadaman fisik, tim gabungan BPBD Jatim menempuh strategi alternatif melalui operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan. Menggunakan pesawat CASA NC212/A-2104, petugas menyemai 800 kilogram garam (NaCl) di atas semburan awan wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Guna meminimalisir risiko terhadap pengunjung, pengelola wisata Kawah Ijen di wilayah administrasi Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso telah menutup total untuk seluruh aktivitas wisata sejak Jumat (4/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan.