JawaPos.com - Bandara Internasional Juanda bakal beroperasi 24 jam penuh. Kebijakan itu berlaku untuk Minggu (6/9) hingga Senin (7/9). Hal itu merupakan upaya menjaga konektivitas udara nasional.
Kebijakan ini diambil setelah ditutupnya Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Radin Inten II Lampung, akibat terdampak abu vulkanik dari Gunung Krakatau.
Sesuai dengan NOTAMN A3353/26, Bandara Internasional Juanda menjadi salah satu bandara alternatif yang digunakan untuk mendukung kelancaran rotasi dan konektivitas pesawat.
"Bandara Internasional Juanda menjadi salah satu Bandara alternatif yang digunakan untuk mendukung kelancaran rotasi dan konektivitas," kata General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir saat dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (6/9) malam.
Tohir memastikan, penerbangan dari Bandara Juanda ke bandara lain masih beroperasi dengan normal. Ia pun mengimbau para penumpang agar langsung menghubungi maskapai untuk melakukan penyesuaian penerbangan.
Secara keseluruhan, ada enam bandara yang dilakukan penutupan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Husein Sastranegara Bandung menjadi bandara keenam yang ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang. Enam bandara yang dimaksud adalah Raden Inten Lampung, Soekarno-Hatta Jakarta, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Budiarto Curug Tangerang, dam Husein Sastranegara Bandung.
Penutupan bandara dilakukan setelah adanya informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) terkait adanya sebaran abu vulkanik.