← Beranda
Karhutla Jatim Meluas, Pendakian Semeru dan Kawah Ijen Resmi Ditutup
Dadang KurniaJumat, 4 September 2026 | 22.34 WIB
BPBD Jatim kerahkan helikopter PK-DAP untuk memadamkan kebakaran di Gunung Semeru. (Dok. BPBD Jatim)

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat hingga Jumat (4/9) setidaknya ada lima titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah provinsi paling timur pulau Jawa itu.

Lima titik yang dimaksud meliputi Karhutla Gunung Semeru, Lumajang, kemudian Karhutla Gunung Wilis, Nganjuk, lalu kebakaran hutan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup (Kawah Ijen), Banyuwang, lantas Karhutla Gunung Arjuno Welirang, Pasuruan, dan kebakaran hutan Bukit Sariwani, Probolinggo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan, kebakaran yang terjadi mengakibatkan aktivitas pendakian Gunung Semeru dan Kawah Ijen resmi ditutup total hingga waktu yang belum ditentukan. "Seluruh elemen tim gabungan terus dikerahkan untuk memadamkan api," ujarnya melalui siaran tertulis yang diterima JawaPos.com Jumat (4/9).

Dampak karhutla terluas terjadi di kawasan Gunung Semeru yang telah menghanguskan lahan sekitar 600 hektare. Upaya pemadaman via udara atau water bombing yang sebelumnya sempat dilakukan terpaksa ditunda.

Hal itu disebabkan helikopter PK-DAP mengalami kerusakan pada sistem kelistrikan serta gangguan pada bucket air. Sehingga helikopter pun ditarik ke Lanud Abdurahman Saleh untuk menjalani perbaikan.

Untuk kebakaran hutan di Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup (Kawah Ijen) muncul sejak Kamis (3/9). Dan titik api kini mulai merembet dari Banyuwangi ke kawasan Bondowoso, yang memicu penutupan akses pendakian Kawah Ijen.

Ia melanjutkan, kebakaran Gunung Wilis telah menghanguskan total 16 hektare vegetasi di perbatasan Nganjuk dan Kediri. Kebakaran ini diduga kuat akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya, kebakaran di Gunung Arjuno Welirang, kepulan asap tebal masih menyelimuti kawasan Pecalukan, Pasuruan. Tim Tahura R. Soerjo terus melakukan penyisiran darat dan pembasahan di Lembah Kidang. Terakhir, kebakaran hutan di Bukit Sariwani, kepulan asap disebutnya masih terdeteksi dari lereng bukit.

 

 

Satriyo memastikan, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Tantangan terberat yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah kemiringan topografi bukit yang sangat curam, licin, dan terjal. Hal ini membuat beberapa titik api sulit dijangkau lewat jalur darat

 

EDITOR: Diar Candra