JawaPos.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem mengklaim bertanggung jawab penuh atas insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Pihak dapur memastikan seluruh biaya pengobatan murid dan guru yang terdampak akan ditanggung.
Selain penanganan korban, SPPG Soditan juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dapur, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan.
Kepala SPPG Soditan Achmad Sholeh Syarifudin menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menyebabkan banyak murid dan guru mengalami gangguan kesehatan tersebut.
Baca Juga: 752 Siswa SMAN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG Hingga Diare, Toilet Sekolah Tak Mampu Menampung
Dia mengatakan, pihaknya bersama pengurus bergerak cepat untuk menangani seluruh korban terdampak.
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini, memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban. Baik yang di puskesmas maupun di rumah,” ujar Achmad Sholeh Syarifudin, dilansir dari Radar Pati (Jawa Pos Group), Jumat (4/9).
Dia memastikan biaya pengobatan para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak SPPG.
Pihak dapur juga akan terus memantau perkembangan kondisi murid dan guru yang menjalani perawatan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin (3/9), pihak SPPG langsung menjenguk murid dan guru SMAN 1 Lasem yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang, Menu Udang jadi Sorotan Siswa
Sejumlah unsur turut berada di lokasi, di antaranya personel Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, Komisi IV DPRD Rembang, Polres Rembang, koramil, dan polsek.
Sebanyak 18 murid dan guru sempat mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Lasem.
Mereka terdiri atas 13 siswa dan lima guru dengan keluhan badan lemas serta gangguan pencernaan.
Sebagian korban dibawa menggunakan ambulans dari sekolah. Sementara lainnya diantar orang tua menggunakan sepeda motor setelah diperbolehkan pulang dari sekolah.
Evaluasi Total Operasional Dapur
Sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, SPPG Soditan berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem operasional dapur.
Baca Juga: Banyak Kasus Keracunan, BGN Tetap Kejar Target 72,46 Juta Penerima Manfaat MBG pada 2027
Peninjauan akan dilakukan terhadap setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga rantai distribusi makanan ke sekolah.
“Ini menjadi momentum bagi kami melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP), agar kelalaian serupa tidak pernah terulang lagi ke depan,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak 752 siswa dan 25 guru dilaporkan mengalami berbagai keluhan kesehatan, mulai dari diare, lemas, pusing, mual hingga muntah.
Banyaknya warga sekolah yang mengalami gejala tersebut membuat aktivitas belajar mengajar pada Kamis (3/9) terganggu.
Pihak sekolah akhirnya menghentikan sementara kegiatan pembelajaran dan memulangkan seluruh siswa lebih awal.
Baca Juga: Dalam 3 Hari 2.269 Orang Diduga Keracunan MBG di 6 Daerah