JawaPos.com - Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk mendapat atensi besar dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Emil mengungkapkan dari laporan yang diterimanya jumlah korban MBG di Nganjuk mencapai 100 orang.
Pria yang juga menjabat Kepala Satgas MBG Jatim tersebut mengatakan korban keracunan tidak hanya berasal dari satu sekolah menengah atas di Nganjuk. Menurutnya, ada juga siswa dari sekolah lainnya yang turut menjadi korban.
"Nganjuk saya harus pastikan lebih lanjut. Tadi kan 74 (korban), kemudian bertambah lagi jadi 100 (korban)," kata Emil di Surabaya, Kamis (3/9). "Dan bukan hanya di SMAN 3 Nganjuk ya, tapi dari SD juga ada," tambah politisi Partai Demokrat itu.
Terkait penyebab pasti keracunan massal di SMAN 3 Nganjuk tersebut, Emil berujar saat ini masih dalam proses penggalian dan pelacakan informasi yang akurat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk mendapatkan keterangan segamblang-gamblangnya, BGN mendapat bantuan pendampingan dari Dinas Kesehatan setempat.
"Apa kira-kira penyebab spesifiknya? Masih ditelusuri oleh BGN, begitu. Karena yang punya akses soal kejadian di Nganjuk ya BGN dan Dinkes setempat juga posisinya juga mendampingi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Menu MBG yang dibagikan kepada para siswa sebelum terjadinya keracunan massal terdiri dari sejumlah makanan. Di antaranya nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, acar, dan buah semangka.
Salah seorang siswi yang menjadi korban berinisial AA, mengatakan terdapat makanan yang diduga sudah basi. Dua jenis makanan yang menurut dia dalam kondisi basi itu adalah nasi goreng dan acar.