JawaPos.com - Puluhan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilaporkan keracunan massal, Kamis (3/9/). Mereka diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut ramai-ramai mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Sinar Kasih Makale, Puskesmas terdekat, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Dilansir Harian Fajar (Jawa Pos Group), keluhan yang dialami siswa mulai muncul pada Kamis (3/9/2026) pagi, meski menu MBG tersebut telah diterima dan dikonsumsi pada Rabu (2/9/2026).
Menu MBG yang dibagikan kepada para siswa antara lain nasi, ayam, sayur, tempe, melon, dan sejumlah makanan lainnya.
Baca Juga: Staf Travel Pesona Mozaik Akui Beri USD 75 Ribu ke Staf Eks Menag Yaqut
Makanan tersebut diketahui berasal dari salah satu dapur penyedia MBG yang berada di wilayah Kecamatan Rantetayo.
Sebagian siswa yang mengalami sakit menjalani pemeriksaan dan perawatan di RS Sinar Kasih Kota Makale, sementara lainnya mendapat penanganan di UKS, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Salah satu orang tua siswa, Jum (48), mengatakan anaknya mulai mengeluhkan sakit perut sejak Rabu malam setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Jadi mulai sakit malam tadi, dan pas mereka ke sekolah ternyata ribuan siswa lainnya juga sakit,” ucapnya saat ditemui di RS Sinar Kasih Kota Makale, Tana Toraja, Sulsel, Kamis (3/9/2026) pagi.
Jum mengaku hingga saat ini belum memperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak sekolah maupun rumah sakit mengenai kondisi yang dialami para siswa.
“Ini masih di data di IGD, saya tidak tau sekolah lain apakah juga kena ini,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia MBG guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Intinya saya berharap agar semua ini di evaluasi,” singkatnya.
Bupati Jenguk Korban
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg menjenguk sejumlah siswa. Di saat bersamaan, sampel muntahan siswa serta sampel makanan dan buah dari menu MBG dikirim ke Makassar untuk diperiksa.
Baca Juga: Karantina Jatim Gagalkan Penyelundupan 28 Burung Kicau Asal Kalimantan
Zadrak mengatakan, sampel tersebut dikirim pada Kamis sore untuk mengetahui penyebab siswa mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan.
“Iya, sampel sore ini akan dikirim ke Makassar,” kata Zadrak saat ditemui di RS Sinar Kasih, Kamis (3/9).
Menurut dia, penanganan medis terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala menjadi prioritas utama. Sejumlah korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Siswa-siswi hingga guru juga ada yang dirawat. Dari tiga rumah sakit ini ada juga. Intinya penanganan yang utama,” ujarnya.
Total yang dirawat di rumah sakit berjumlah 80 siswa. Sebanyak 31 siswa dirawat di Rumah Sakit Lakipadada. Sedangkan 27 siswa menjalani perawatan di Rumah Sakit Sinar Kasih dan 22 siswa lainnya di Rumah Sakit Fatimah.
Terkait ini, Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja Yosefin mengatakan, sampel muntahan akan diperiksa di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Makassar. Sementara sampel makanan dan buah dari menu MBG akan diperiksa oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Makassar.
“Iya, benar dikirim ini sampelnya. Kita tidak bisa berasumsi lebih jauh untuk hal ini,” jelas Yosefin.