JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dan komprehensif menangani dampak gempa dan bencana ikutan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam rentang waktu kurang dari dua pekan, seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terputus telah difungsionalkan kembali guna menjamin kelancaran jalur evakuasi, distribusi logistik, dan pergerakan tenaga kesehatan.
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Jemmy Setiawan menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah situasi krisis tidak sekadar bersifat seremonial.
Baca Juga: AI Kesehatan Melengkapi Layanan Medis Onsite pada Muktamar NU ke-35
Intensitas kunjungan Menteri PU yang berkali-kali turun langsung ke lapangan membuktikan keseriusan kementerian dalam mengawal tuntas pemulihan infrastruktur.
”Kementerian Pekerjaan Umum bekerja dengan satu urutan yang jelas: membuka akses, memastikan layanan dasar tersedia, memeriksa tingkat kerusakan, lalu menyiapkan penanganan lanjutan,” ujar Jemmy Setiawan dilansir dari Antara.
Dalam rentang waktu kurang dari dua pekan, seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terputus kini telah difungsionalkan kembali 100 persen guna menjamin kelancaran jalur evakuasi, distribusi logistik, dan pergerakan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Proposal Perbaikan Jalan Warga Terdampak Proyek DJKA Bukan Gratifikasi Sudewo
”Urutan ini penting karena setiap ruas jalan yang terputus dapat menghambat pertolongan, setiap sumber air yang terganggu dapat memperbesar risiko kesehatan, dan setiap fasilitas publik yang belum dinilai dapat menimbulkan bahaya baru bagi masyarakat,” papar Jemmy Setiawan.
Jemmy Setiawan menjelaskan, pencapaian fungsional 100 persen ini adalah respons kedaruratan yang mutlak diperlukan agar mobilitas pulih kembali.
”Fungsional 100 persen tentu tidak berarti seluruh penanganan permanen telah selesai. Maknanya, keadaan darurat berhasil dilewati agar operasi tanggap darurat dapat berlangsung, sementara perbaikan yang lebih permanen disiapkan berdasarkan hasil verifikasi teknis,” terang Jemmy Setiawan.
Selain konektivitas jalan, penyediaan layanan dasar seperti air dan sanitasi juga menjadi fokus utama Kementerian PU.
Di tengah sistem infrastruktur yang terganggu, bidang Cipta Karya telah mendistribusikan 90 hidran umum, 12 mobil tangki air, dan 46 toilet portabel, serta memobilisasi tambahan belasan mobil tangki.
Sementara itu, bidang sumber daya air (SDA) telah memverifikasi 41 infrastruktur, mulai dari bendungan, irigasi, sumur air baku, hingga infrastruktur pengaman pantai, guna menentukan tingkat keamanan serta prioritas perbaikannya.
Baca Juga: Safrizal ZA Sebut Aceh Dibangun dari Ketabahan yang Mengakar
Langkah pemulihan dari Kementerian PU juga menjangkau ruang-ruang kehidupan sosial masyarakat.
Saat ini, penanganan tengah dilakukan terhadap total 650 fasilitas meliputi 238 fasilitas kesehatan (54 telah diperiksa), 300 fasilitas ibadah (74 telah diperiksa), serta 112 fasilitas pendidikan keagamaan (23 telah diperiksa).
”Bencana mungkin datang tanpa dapat kita jadwalkan, tetapi respons negara tidak boleh berjalan tanpa arah,” tandas Jemmy.
Baca Juga: TNI Bangun Delapan Jembatan di Maluku, Permudah Akses dan Waktu Tempuh
”Di NTT, arah itu telah ditetapkan dengan jelas: selamatkan konektivitas, lindungi layanan dasar, pulihkan ruang kehidupan masyarakat, dan bangun kembali dengan ketangguhan yang lebih baik,” kata Jemmy Setiawan.