JawaPos.com - Gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari lalu membuat sejumlah akses vital lumpuh. Parahnya lagi tidak sedikit daerah menjadi terisolasi karena jalan putus karena longsor setelah gempa.
Berdasar data Polda NTT 12 lokasi terisolasi adalah yakni Satar Kampas, Reo, Dimpong, Pulau Palue, Tendakinde, Nioniba, Pulau Longgos, Urang, Galo Mangu, Wajomara, Tango Bali, dan Landor.
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengerahkan jajarannya untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi. Sejak gempa yang terjadi pada Senin (24/8) lalu, warga setempat sulit diakses. Mereka sangat membutuhkan logistik berupa makanan, minuman, sembako, obat-obatan serta memberikan pertolongan kepada warga yang terluka.
"Semua itu kami jangkau dengan melewati jalan medan berat dan jalannya putus. Kami bawa bantuan ke sana," ungkap Rudi Darmoko kepada media pada Jumat (28/8).
Rudi menyebut warga yang terdampak kini berada di pengungsian. Semua bantuan dipastikan mendapatkan bantuan yang disalurkan oleh jajaran Polri bersama prajurit TNI di NTT.
Untuk menjangkau lokasi terisolasi, sambung perwira tinggi dua bintang itu menyebut, personelnya harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui medan sulit, menggunakan kapal, berjalan kaki hingga pengiriman bantuan melalui udara dengan helikopter Polri.
Langkah itu merupakan wujud komitmen Polda NTT agar bantuan tidak hanya terhenti di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder akan terus berada di tengah masyarakat.”
Setiap makanan yang disajikan, air bersih yang tersedia, bantuan yang berhasil menembus wilayah terisolasi hingga pertolongan kepada warga yang terluka menjadi bagian dari Polda NTT untuk memastikan negara hadir, menjaga dan mendampingi masyarakat hingga mereka kembali bangkit.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Kehadiran RI 1 itumenjadi penyemangat bagi masyarakat dan personel yang masih bertugas di lapangan.
Di tengah keterbatasan dan kondisi pascabencana, kehadiran aparat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang, membantu memenuhi kebutuhan warga dan mendampingi mereka hingga kondisi berangsur pulih.
Dalam kunjungan itu Presiden melihat langsung kondisi warga sekaligus mengecek pelayanan pemerintah bersama TNI dan Polri, termasuk Dapur Lapangan Polri dan Mobil Water Treatment untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Kehadiran Presiden di tengah warga menjadi bentuk perhatian langsung negara kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Irjen Rudi Darmoko mengatakan, kehadiran Presiden di tengah masyarakat terdampak menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
“Kehadiran Bapak Presiden menunjukkan bahwa negara hadir untuk masyarakat. Kami akan terus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan tetap berada bersama mereka selama masa tanggap darurat.”