JawaPos.com — Upaya penanganan dan pemulihan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih berlangsung.
Hingga Kamis (27/8) sore, berdasarkan laporan terbaru BNPB, bencana tersebut telah menyebabkan 111 orang meninggal dunia. Sebanyak 176.621 warga masih mengungsi, sementara kerusakan rumah mencapai 77.912 unit.
BNPB mencatat dari 77.912 rumah rusak tersebut, sebanyak 24.597 rumah mengalami rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan. Kerusakan tersebar di tujuh kabupaten, dengan Manggarai Timur menjadi wilayah yang mencatat jumlah kerusakan rumah tertinggi.
Baca Juga: JHL Foundation Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar, Gubernur NTT Apresiasi Aksi Kemanusiaan di Flores
Pemerintah terus memperkuat penanganan darurat sekaligus mulai mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
BNPB telah menerjunkan tim ke tujuh kabupaten terdampak untuk membantu pemerintah daerah melakukan pendataan dan verifikasi rumah rusak sebagai dasar pemberian bantuan serta pembangunan kembali.
Dari sisi logistik, BNPB sebelumnya telah mendistribusikan sekitar 954 ton bantuan ke wilayah terdampak melalui jalur udara. Bantuan mencakup kebutuhan pangan dan nonpangan, seperti sembako, air mineral, obat-obatan, tenda, selimut, matras, dan perlengkapan penanganan darurat.
Pemerintah juga mengerahkan berbagai moda transportasi untuk menjangkau wilayah yang memiliki kendala geografis. Selain pesawat dan kendaraan darat, dukungan kapal laut serta fasilitas kesehatan bergerak digunakan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Baca Juga: Bantu Penuhi Kebutuhan Korban Gempa, PPNK 73 Lemhannas Kirim Paket Sembako ke NTT
Di tengah proses pemulihan tersebut, bantuan senilai Rp 2 miliar disalurkan melalui BAZNAS BAZIS DKI Jakarta untuk masyarakat terdampak bencana di NTT dan Kalimantan.
Bantuan tersebut terdiri dari Rp 1 miliar untuk korban gempa NTT berupa uang tunai, air minum, obat-obatan, pakaian, selimut, dan perlengkapan kebersihan. Sementara Rp 1 miliar lainnya diwujudkan dalam bentuk 1 juta masker bagi masyarakat Kalimantan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan.
Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Founder J99 Corp Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari kepada BAZNAS BAZIS DKI Jakarta di Jakarta.
“Ketika saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan sedang menghadapi situasi tidak mudah, kepedulian harus diwujudkan dengan tindakan nyata,” kata Gilang.
Shandy menambahkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari gerakan gotong royong yang melibatkan karyawan di berbagai unit bisnis. "Ini bukan hanya tentang memberi bantuan, tapi tentang saling menguatkan," katanya.
Baca Juga: Peternak Blitar Kirim 8,7 Ton Telur untuk Korban Gempa Flores NTT
Sementara itu, Pimpinan Bidang Adm. SDM dan Umum BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Bunyamin, mengatakan bantuan yang diterima akan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
“Bagi kami ini bukan sekadar bantuan, tapi amanah yang harus disalurkan tepat sasaran. BAZNAS hadir sebagai perantara muzaki dan penerima manfaat,” ungkap Bunyamin.