JawaPos.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi Yayasan JHL Merah Putih Kasih atau JHL Foundation yang hampir sepekan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Bantuan senilai Rp1,3 miliar tersebut disalurkan langsung dengan menyasar sejumlah desa dan wilayah pelosok di Flores.
Apresiasi itu disampaikan Emanuel saat bertemu tim JHL Foundation di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ruteng, Kamis dini hari (27/8/2026). Pertemuan berlangsung setelah Gubernur NTT melakukan pertemuan dengan Bupati Manggarai dan menjadi bagian dari koordinasi penanganan dampak gempa di wilayah Flores.
Dalam pertemuan tersebut, tim JHL Foundation menyampaikan perkembangan penyaluran bantuan yang telah dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Tim juga melaporkan wilayah yang telah didatangi selama menjalankan misi kemanusiaan, termasuk daerah yang berada jauh dari pusat keramaian.
Emanuel mengatakan gempa yang berdampak luas terhadap masyarakat Flores membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, bantuan dan dukungan tersebut datang tidak hanya dari dalam NTT, tetapi juga dari luar daerah hingga masyarakat dari luar negeri.
“Ini kejadian yang menimpa masyarakat sangat luas. Tentu kami mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang memberikan dukungan bagi warga Flores yang terdampak, baik dari dalam NTT maupun luar NTT, dan juga basudara dari dalam dan luar negeri yang memberikan dukungan," ucapnya.
Menurut Emanuel, keterlibatan banyak pihak dalam penanganan dampak gempa menunjukkan kuatnya semangat gotong royong. Semangat tersebut dinilai menjadi kekuatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi bencana yang berdampak luas.
“Ini membuktikan bahwa gotong royong, yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia dan NTT seperti yang Bung Karno rumuskan di Ende, di Flores ini benar-benar bisa kita lihat dan kita rasakan dalam proses penanganan gempa Flores kali ini," katanya.
Ia menegaskan penanganan bencana dengan dampak luas membutuhkan gerakan bersama. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, dan berbagai pihak lainnya dinilai penting agar masyarakat dapat melewati masa sulit dengan lebih baik.
“Hanya dengan bergerak bersama dan gotong royong, gempa bumi yang berdampak luas dan besar ini bisa kita hadapi dengan baik dan bisa kita lewati," tegasnya.
Selama hampir sepekan, JHL Foundation bergerak dari satu desa ke desa lainnya untuk menyalurkan bantuan secara langsung. Wilayah yang didatangi mencakup Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Maumere, Ende, hingga Nagekeo.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan dengan nilai total Rp1,3 miliar. Sejumlah kebutuhan dasar dibawa untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, pakaian, selimut, terpal, karpet, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya. Jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang ditemui di wilayah terdampak.
Dalam penyalurannya, tim JHL Foundation tidak hanya mendatangi pusat pengungsian. Tim juga masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak dan memiliki akses lebih sulit terhadap bantuan.
Sejumlah wilayah di Manggarai Barat yang telah didatangi antara lain Desa Mbuit, Desa Kombo Tengah, Desa Rego, dan Desa Watu Baru. Di Manggarai, penyaluran dilakukan antara lain di Desa Welong, Desa Ranggi, Kampung Rentung, Desa Goloworok, Desa Meler, Kampung Barang Kolong, dan Kampung Baru.
Sementara di Manggarai Timur, tim mendatangi sejumlah wilayah seperti Kampung Maki, Kampung Dampek, Kampung Gongger, Golokokum Timur, Golokokum Barat, Sonot, Sambi Mese, serta Kampung Pegunungan Desa Lada Mese. Perjalanan tersebut dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang terdampak di berbagai titik.
Selama berada di lapangan, tim juga menemukan kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Bahkan, terdapat rumah yang dilaporkan rusak hingga rata dengan tanah akibat gempa.
Sebagian masyarakat masih bertahan di lokasi pengungsian, baik secara bersama maupun secara mandiri. Trauma akibat gempa juga masih dirasakan oleh sejumlah warga sehingga mereka belum sepenuhnya merasa aman untuk kembali menjalani kehidupan seperti sebelum bencana.
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih atau JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan apresiasi dari Gubernur NTT menjadi penguat bagi tim untuk melanjutkan misi kemanusiaan di Flores. Ia menyebut perjalanan hampir sepekan di wilayah terdampak juga memberikan pengalaman dan pelajaran bagi tim.
“Kami datang membawa apa yang kami mampu. Tapi setelah hampir sepekan berada di sini, kami justru belajar banyak dari masyarakat Flores tentang ketabahan dan gotong royong. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat membuat kami semakin yakin bahwa bantuan harus terus bergerak sampai ke mereka yang membutuhkan," ucapnya.
Jerry mengatakan JHL Foundation akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menentukan wilayah penyaluran berikutnya. Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang masih membutuhkan dukungan.
“Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti di tempat yang mudah dijangkau. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan berusaha hadir dan bergerak bersama pemerintah agar bantuan bisa sampai secara tepat sasaran," ungkap Jerry.
Menurut Jerry, penyaluran bantuan ke wilayah pelosok menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan JHL Foundation. Tim berupaya mendatangi masyarakat secara langsung agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi yang mudah diakses.
Pertemuan dengan Gubernur NTT di BPBD Ruteng juga menjadi bagian dari rangkaian koordinasi JHL Foundation dengan pemerintah daerah selama menjalankan misi kemanusiaan. Koordinasi tersebut menjadi dasar untuk memastikan proses penyaluran bantuan tetap berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Setelah hampir sepekan menyusuri desa dan kampung terdampak, JHL Foundation memastikan misi kemanusiaan di Flores akan terus dilakukan. Semangat gotong royong menjadi dasar dalam upaya membantu masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa.
Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan kolaborasi berbagai pihak, bantuan diharapkan dapat terus bergerak menuju masyarakat terdampak yang masih membutuhkan dukungan di berbagai wilayah Flores.