← Beranda
Kemenkes Ungkap Persoalan Air Bersih hingga Alat Komunikasi Masih Jadi Tantangan Atasi Bencana Gempa
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 26 Agustus 2026 | 18.35 WIB
Bantuan pemerintah belum masuk, warga Kampung Tonggong, Desa Latung, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. (Nikolaus Tolen untuk JawaPos.com)

JawaPos.com - Persoalan air bersih hingga alat komunikasi masih tantangan dalam penanganan korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak hanya itu, toilet-toilet juga masih amat dibutuhkan para korban di lokasi kejadian.

"Kemudian sinyal, komunikasi. Tapi sudah ada, kita bagikan Starlink-Starlink dengan beberapa kerja sama dengan Komdigi juga untuk supaya sambungan internet di sana berjalan," ujar Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalusia kepada wartawan, Rabu (26/8).

"Karena kalau enggak kan enggak ada komunikasi, kasihan juga gitu kan. Gimana mau minta obat dan sebagainya enggak bisa kalau enggak ada komunikasi," sambungnya.

Baca Juga: Polres Bogor Salurkan Bantuan Rp100 Juta, Gandeng Mahasiswa NTT untuk Korban Bencana

Dari sisi penanganan kesehatan, Rizka juga menyebut bahwa beberapa ambulans telah diperbaiki bersamaan donasi dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Adapun Puskesmas yang terdampak kerusakan karena gempa, ia menyebut bahwa Kemenkes sementara telah membuat tenda-tenda khususnya di daerah yang amat terdampak kerusakan.

"Seperti Nagekeo dan sebagainya itu, itu sangat besar dampaknya. Dan mereka belum berani kerja di dalam Puskesmas atau pelayanan di dalam Puskesmas karena ada gempa susulan," ungkap Rizka.

Baca Juga: Persib Rilis 32 Pemain, Nomor 98 Ramon Tanque Hilang dan Bikin Bobotoh Bertanya

Namun begitu, ia menegaskan bahwa stok obat-obatan untuk para korban gempa di NTT dipastikan aman tersalurkan dari pemerintah pusat.

"Kita bekerja sama dengan TNI AU untuk mengangkut perbekalan kesehatan mulai dari obat, alat kesehatan, sampai tadi malam kita mengirim X-ray karena di patah tulang itu juga kan perlu ya difoto untuk X-ray-nya. Itu sudah ada di sana semua," pungkas Rizka.

EDITOR: Bintang Pradewo