← Beranda
KADIN Kabupaten Malang Dorong Ekonomi Desa, Industri Hijau, dan Media Center
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 22 Agustus 2026 | 15.31 WIB
Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi daerah melalui program Natadesa. (Istimewa).

JawaPos.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi daerah melalui program Natadesa, pengembangan industri pengolahan sampah berbasis pirolisis, serta KADIN Media Center (KMC).

Tiga gagasan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pertama setelah Muscab di Universitas Kepanjen, Jalan Trunojoyo Nomor 16, Kepanjen, Kamis (20/8/2026).

Natadesa Dorong Desa Jadi Pusat Ekonomi

Program Natadesa menjadi salah satu gagasan utama yang dibahas KADIN Kabupaten Malang untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui digitalisasi, pengembangan BUMDes, dan usaha berbasis potensi lokal.

Gagasan tersebut dipaparkan Asy’ari, Wakil Ketua Bidang Industri KADIN Kabupaten Malang, dalam rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB.

Konsep Natadesa diarahkan agar desa tidak sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu mengoptimalkan sumber daya setempat.

Baca Juga: KADIN dan PMSM Gelar Seminar AI di Malang, Dorong Praktisi HR Adaptif Hadapi Transformasi Dunia Kerja

Digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola, mempromosikan produk unggulan, memperluas pemasaran UMKM, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Penguatan BUMDes juga menjadi bagian penting dalam konsep tersebut karena lembaga ekonomi desa dapat mengelola potensi dan sumber daya secara lebih profesional.

Jika dikembangkan secara tepat, BUMDes berpeluang menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.

“Kemandirian desa harus dibangun dari potensi yang dimiliki desa itu sendiri. Digitalisasi, BUMDes, dan pengembangan usaha lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa,” ujar Asy’ari dalam pemaparan program tersebut.

Sampah Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Gagasan berikutnya berkaitan dengan pengembangan industri pirolisis untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Ide tersebut disampaikan Ali Murtopo, Wakil Ketua Bidang Desa dan Industri Kreatif KADIN Kabupaten Malang, sebagai salah satu alternatif untuk mempertemukan kepentingan ekonomi dan lingkungan.

Pirolisis merupakan teknologi pengolahan material, termasuk limbah tertentu, melalui proses pemanasan dalam kondisi minim atau tanpa oksigen.

Proses tersebut dapat menghasilkan sejumlah produk, seperti minyak pirolisis, gas, serta residu padat berupa char yang berpotensi dimanfaatkan sesuai karakteristik dan hasil pengolahannya.

Minyak dari proses pirolisis masih dapat melalui tahapan pemurnian serta pengolahan lebih lanjut sesuai peruntukannya.

Selain menghasilkan produk cair, proses tersebut juga menghasilkan gas yang berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi dalam proses produksi.

Gagasan pengolahan sampah tersebut dinilai memiliki peluang karena menjadikan persoalan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan industri.

Sampah yang selama ini menjadi beban pengelolaan dapat diarahkan menjadi bahan baku, sehingga berpotensi menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru.

Meski demikian, penerapan teknologi pirolisis membutuhkan kajian teknis dan lingkungan yang matang agar pengembangannya berjalan aman serta berkelanjutan.

Standar keselamatan, kualitas bahan baku, pengujian produk, dan pengelolaan residu juga perlu diperhatikan sebelum gagasan tersebut diterapkan dalam skala lebih luas.

KADIN Media Center Perkuat Komunikasi

Rapat koordinasi KADIN Kabupaten Malang juga membahas rencana launching KADIN Media Center atau KMC yang dipaparkan Agung Santoso, Wakil Ketua Bidang Media, Informasi dan Teknologi.

KMC dirancang sebagai pusat informasi dan komunikasi organisasi untuk memperkuat penyebarluasan program, kegiatan, potensi usaha, serta berbagai agenda KADIN Kabupaten Malang.

Keberadaan media center dinilai penting di tengah perkembangan komunikasi digital yang semakin cepat.

Organisasi tidak hanya dituntut menjalankan program, tetapi juga perlu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat maupun dunia usaha.

KMC nantinya diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara KADIN Kabupaten Malang, pemerintah, pelaku usaha, UMKM, masyarakat, media massa, dan stakeholder lainnya.

Selain publikasi, media center dapat berfungsi untuk mendokumentasikan kegiatan, mengelola informasi, memperkuat branding, serta membangun kredibilitas organisasi.

“Media Center bukan sekadar tempat publikasi kegiatan, tetapi menjadi pusat informasi dan komunikasi organisasi. KADIN membutuhkan kanal komunikasi yang mampu menghubungkan program dan gagasan dengan masyarakat serta dunia usaha,” ujar Agung Santoso.

Rapat Pertama Setelah Muscab Bahas Program Strategis

Ketua KADIN Kabupaten Malang Bambang Suryanto mengatakan rapat tersebut menjadi momentum awal bagi jajaran organisasi untuk menyampaikan gagasan dan program kerja setelah Muscab.

“Ini Adalah rapat koordinasi pertama yang kita selenggarakan semenjak Muscab, harapan saya rekan – rekan yang hadir bisa menyampaikan gagasan atau program yang akan dicanangkan kedepan,” ujar Bambang.

KADIN Kabupaten Malang menggelar rapat koordinasi membahas penguatan ekonomi desa, industri pirolisis, dan KADIN Media Center di Kepanjen. (Dok. Kadin Malang)
KADIN Kabupaten Malang menggelar rapat koordinasi membahas penguatan ekonomi desa, industri pirolisis, dan KADIN Media Center di Kepanjen. (Dok. Kadin Malang)

Bambang juga mendorong anggota memberikan tanggapan terhadap program yang telah dipaparkan agar gagasan tidak berhenti pada forum diskusi.

Rapat dihadiri jajaran Wakil Ketua Bidang dan sejumlah anggota KADIN Kabupaten Malang dalam suasana hangat, tetapi tetap fokus membahas peluang pengembangan program.

Selain membahas tiga agenda utama, rapat diisi sambutan dan perkenalan sejumlah anggota baru KADIN Kabupaten Malang.

Momentum tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperluas sinergi, dan membuka peluang kerja sama antaranggota.

Rapat sempat diselingi ishoma sebelum kembali dilanjutkan dengan pembahasan agenda organisasi hingga selesai sekitar pukul 13.30 WIB.

Melalui forum tersebut, KADIN Kabupaten Malang menunjukkan arah kerja yang menyentuh tiga isu penting sekaligus, yakni kemandirian ekonomi desa, pengelolaan sampah berbasis industri, dan penguatan komunikasi digital organisasi.

Ke depan, berbagai gagasan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kajian, kolaborasi, dan program nyata yang memberi manfaat bagi dunia usaha serta masyarakat Kabupaten Malang.

Natadesa, industri pirolisis, dan KADIN Media Center menjadi bagian dari upaya KADIN Kabupaten Malang memperkuat peran dunia usaha dalam menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan di tingkat daerah.

 

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin