← Beranda
Viral 'Supermen' Ikut Terjun Memadamkan Karhutla, Menhut Raja Juli: Anak Muda jadi Forest Hero
Muhammad RidwanKamis, 20 Agustus 2026 | 16.07 WIB
Aksi 'Supermen' memadamkan karhutla di kawasan Petuk Ketimpun, Palangka Raya.

JawaPos.com - Momen menarik terjadi dalam aksi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di kawasan Petuk Ketimpun, Palangka Raya. Remaja berusia 17 tahun, bernama Rudiansyah, ikut membantu memadamkan karhutla dengan mengenakan kostum Superman.

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sekaligus membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, aksi tersebut mendapat apresiasi sebagai gambaran kepedulian anak muda terhadap lingkungan.

Saat meninjau penanganan karhutla di Petuk Ketimpun, Rabu (19/8), Raja Juli mengaku membawa salam dari Presiden Prabowo untuk Rudiansyah. Ia juga menyematkan julukan forest hero kepada remaja tersebut.

Baca Juga: Bawa Ambulans Hingga BBM, TNI AD Kirim Kapal Rumah Sakit ke Lokasi Terdampak Gempa NTT

“Saya datang ke sini, saya pamit ke Pak Presiden Prabowo Subianto, dan Pak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan salam kepada Rudiansyah. Ini salah satu contoh anak muda yang luar biasa. Ini superhero, tapi superhero menjadi forest hero, pahlawan yang menyelamatkan hutan kita,” kata Raja Juli.

Apresiasi untuk Relawan Karhutla

Raja Juli tidak hanya bertemu Rudiansyah, tetapi juga mengecek secara langsung proses penanganan karhutla di lapangan. Ia turut melihat kesiapan berbagai perlengkapan pemadaman, mulai dari pompa air, selang hingga alat pelindung diri (APD).

Raja Juli memastikan pemerintah akan mendukung kebutuhan peralatan bagi masyarakat yang ikut terlibat dalam upaya pemadaman karhutla.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Rudiansyah dan para relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bahu-membahu bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB serta unsur lainnya dalam menangani kebakaran.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Upaya pemadaman, kata dia, tidak akan berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan aparat dan pemerintah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Rudiansyah dan seluruh relawan Masyarakat Peduli Api. Meskipun ada TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan seluruh pihak, tanpa partisipasi masyarakat dalam menanggulangi karhutla ini pasti tidak akan bisa selesai,” ujarnya.

Ia menilai, kehadiran Rudiansyah juga menunjukkan masih kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Dengan sosok Rudiansyah ini, ini merupakan kabar gembira bahwa masyarakat kita selalu ingin bergotong-royong dan punya keinginan untuk bisa survive, keluar dari masalah bersama-sama,” ujarnya.

Raja Juli menilai aksi Rudiansyah mencerminkan pentingnya community participation dan community resilience dalam menghadapi bencana.

Rudiansyah yang masih duduk di kelas 1 SMA itu diketahui memiliki cita-cita untuk menjadi polisi hutan. Keinginan tersebut disampaikan langsung kepada Raja Juli ketika keduanya bertemu di lokasi penanganan karhutla.

Mendengar cita-cita tersebut, Raja Juli menyampaikan bahwa pemerintah akan membuka pendaftaran untuk penambahan personel polisi hutan. Ia juga menyatakan bakal memberikan ruang bagi Rudiansyah untuk mengejar cita-cita tersebut.

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Di sisi lain, Raja Juli mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut dinilai semakin penting mengingat kondisi cuaca saat ini meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB dan berbagai pihak lainnya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

Sejumlah langkah juga disiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Upaya tersebut meliputi operasi modifikasi cuaca (OMC), pengerahan water bombing, penambahan lima helikopter untuk operasi water bombing, hingga penguatan pasukan darat.

Di tengah upaya tersebut, keterlibatan masyarakat seperti yang dilakukan Rudiansyah dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sekaligus membangun kesadaran bersama untuk menjaga hutan dari ancaman kebakaran.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah