← Beranda
Maju Bursa Ketua Umum PBNU, Gus Salam Fokus Raih Dukungan Ulama dan Pesantren
Sabik Aji TaufanKamis, 20 Agustus 2026 | 03.19 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib bersama Pengasuh PP Roudlotul Ulum Cidahu, Pandeglang, Banten, Abuya Muhtadi Dimyati. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kiai Abdussalam Shohib atau Gus Salam fokus mencari dukungan ulama dan kalangan pesantren dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU akhir Agustus 2026.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur sudah sowan ke sejumlah kiai dari berbagai daerah di Indonesia untuk meminta doa restu.

Langkah ini dilakukan Gus Salam karena menganggap kiai dan pesantren sebagai pijakan pertama untuk sebuah langkah besar. Dia berusaha menyerap aspirasi dari para ulama agar memahami persoalan yang dialami nahdliyyin.

“Maju bukan untuk jabatan, tetapi untuk khidmah,” ujar Gus Salam, Rabu (19/8).

Perjalanan silaturahmi Gus Salam dimulai dari lingkungan pesantren yang memiliki hubungan historis dengan perjalanan Nahdlatul Ulama. Salah satu dukungan penting datang dari keluarga besar Bani Bishri Syansuri.

Baca Juga: Ardhito Pramono Gugat Sony Music, Tuntut Ganti Rugi Rp 5,7 Miliar Terkait Royalti Lagu

Pertemuan digelar di ndalem kasepuhan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. Dia mengantongi dukungan dari keluarga salah satu pendiri NU.

“Ini bukan sekadar restu, tetapi amanah untuk menjaga NU, menjaga ideologi, tradisi, dan umat,” ujar Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Nyai Muflichah Shohib.

Gus Salam melanjutkan sowan ke Pondok Pesantren Lirboyo dan Al-Falah Ploso, Kediri. Kedua pesantren ini memiliki histori panjang dalam perjalan NU.

Di Jawa Timur sejumlah tokoh juga sudah ditemui Gus Salam. Mereka adalah KH. Anwar Manshur Lirboyo, KH. Kafabihi Mahrus Lirboyo, KH. Kholil As’ad Situbondo, KH. Fuad Nurhasan Sidogiri, KH. Miftachul Akhyar, serta KH. Abdul Hannan Kediri.

Perjalanan Gus Salam juga menapakan kaki di Jawa Tengah. Dia menemui para kiai di kawasan Sarang, Rembang, termasuk KH Ubaidillah Shodaqoh dan para pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syar’iyyah.

Sedangkan di Jawa Barat, Gus Salam sowan kepada KH. Sofyan Yahya dari Pondok Pesantren Daarul Ma’arif, Bandung serta KH. M. Nuh Addawami dari Pondok Pesantren Nurul Huda, Garut.

Baca Juga: Armuji Mediasi Jukir yang Diduga Lecehkan Pengemudi Ojol

Bergeser ke Banten, Gus Salam menemui  Abuya Muhtadi Dimyati, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Cidahu, Pandeglang. Ia juga berdialog dengan jajaran PWNU dan PCNU Banten mengenai kebutuhan organisasi di tingkat daerah.

Tak hanya pulau Jawa, Gus Salam juga mencari dukungan ke Kalimantan Selatan menemui KH. Muhammad Wildan Salman atau Guru Wildan di Martapura, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan.

“Saya kalau masuk ke suatu wilayah untuk menjalin komunikasi dengan ketua-ketua PCNU, saya akan sowan terlebih dahulu kepada Rais Syuriyah dan kiai sepuh setempat,” kata Gus Salam.

Di wilayah Timur Indonesia Gus Salam menemui PWNU dan PCNU di Kupang, NTT. Bertemu  jajaran PWNU dan PCNU se-Sulawesi Selatan. Pertemuan bersama Rais Syuriyah PWNU Sulsel Baharuddin dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel Hamzah Harun Al-Rasyid.

EDITOR: Sabik Aji Taufan