JawaPos.com - Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa sangat membutuhkan logistik di tengah kondisi darurat. Pendistribusian itu sangat dipengaruhi dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai, ketersediaan BBM merupakan salah satu faktor krusial dalam penanganan bencana. Karena, BBM itu berpengaruh langsung terhadap kelancaran distribusi logistik, pangan, air bersih, hingga layanan publik.
“Langkah cepat Pertamina dalam situasi tanggap darurat di NTT sangat mendesak dan memang diperlukan. BBM adalah komoditas yang sangat vital," ujar Tulus yang dikutip Selasa (18/8).
Dia menegaskan, tanpa pasokan energi yang stabil, distribusi bahan pangan, air minum, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya dapat terganggu.
Sebelumnya, Pertamina memastikan pasokan energi tetap tersedia di wilayah terdampak gempa meskipun sejumlah jalur transportasi mengalami gangguan. Perusahaan pelat merah itu juga menyiapkan rute distribusi alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat.
Baca Juga: 35 SPBU di Flores Kembali Beroperasi, Pertamina Siapkan Alih Suplai BBM
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina turut mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa tenda, obat-obatan, dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak melalui berbagai unit usaha yang tergabung dalam Pertamina Group.
Menurut Tulus yang merupakan pegiat perlindungan konsumen itu, fokus utama pada tahap tanggap darurat adalah memastikan wilayah terdampak tidak mengalami gangguan pasokan BBM dan LPG. Distribusi energi perlu diamankan melalui berbagai moda transportasi yang tersedia, termasuk jalur laut maupun udara apabila diperlukan.
"Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM karena kebutuhan energi justru meningkat pada situasi darurat," sambungnya.
Keberadaan Pertamina memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung proses pemulihan pascabencana. Produk energi yang disalurkan Pertamina merupakan bagian dari infrastruktur dasar yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Baca Juga: Pasca-Gempa NTT, Pertamina Patra Niaga Pasok BBM Pulau Flores dari Bima
"Oleh karena itu, kelancaran pasokan energi akan sangat menentukan kecepatan pemulihan aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah terdampak gempa,” kata Tulus.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, timnya sudah berada di wilayah terdampak untuk memberikan informasi kebutuhan bantuan.
“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya Fuel Terminal Reo juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan pangan kepada masyarakat terdampak di wilayah sekitar. “Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama masa penanganan pascabencana,” ujarnya.
Terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, Pertamina terus berusaha untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan meski sejumlah wilayah menghadapi kendala akses transportasi akibat gempa.
Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif dan berkoordinasi dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk menjaga kelancaran pasokan.
Sebanyak 35 dari 52 SPBU kini kembali beroperasi. PT Pertamina Patra Niaga yang merupakan anak usaha Pertamina terus memperkuat distribusi BBM dan LPG melalui alih suplai dan transportasi laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan serta keandalan energi.