JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memutuskan untuk membatalkan Pesta Kemerdekaan yang sebelumnya dijadwalkan di Alun-Alun Tuban pada 17 Agustus 2026.
Sekda Kabupaten Tuban, Budi Wiyana menyampaikan pembatasan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus solidaritas terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Menurut Budi, keputusan itu telah melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari sejumlah pihak. Arahan Bupati Tuban juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah tersebut.
“Setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, terutama arahan Mas Bupati (Aditya Halindra Faridzky) kami memutuskan untuk membatalkan Pesta Kemerdekaan," tuturnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Tuban, Senin (17/8).
Baca Juga: HUT ke-81 RI, KAI Commuter Berlakukan Tarif Khusus Rp 8 pada 17 Agustus 2026
"Ini sebagai bentuk simpati dan kepedulian kita (masyarakat Tuban) terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT,” imbuh Budi selaku Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Tuban itu.
Meskipun Pesta Kemerdekaan dibatalkan, Pemkab Tuban tetap menyelenggarakan agenda utama peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, yakni upacara pengibaran bendera dan upacara penurunan bendera di Alun-Alun Tuban.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas pembatalan Pesta Kemerdekaan. Semoga keputusan ini dapat dipahami sebagai bentuk empati dan solidaritas kita bersama," tutur Sekda Budi.
Pemkab Tuban mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan para korban gempa di NTT agar diberikan keselamatan, kekuatan, serta ketabahan dalam menghadapi dampak bencana yang terjadi.
“Saat saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi musibah, mari kita tunjukkan bahwa kita hadir dan peduli. Semoga proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lancar," ucapnya.
"Kita bersama-sama mendoakan agar saudara kita di Nusa Tenggara Timur diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan. Duka saudara kita adalah duka kita bersama,” pungkas Budi.