Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim Alvi Gumara mengatakan, pihaknya mencatat lebih dari 30 kejadian karhulta yang melanda beberapa kecamatan selama periode Juli-Agustus 2026.
Adapun wilayah terdampak karhutla selama musim kemarau antara lain Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Gunung Megang, Kecamatan Muara Enim, Sungai Rotan, dan Lawang Kidul.
Baca Juga: Bareskrim Tangkap 197 Orang Dalam Penggerebekan Kasino di Batam
Dia mengatakan, Kecamatan Gelumbang terbanyak terjadi karhutla di beberapa desa, antara lain Desa Pinang Banjar, Tabangan Kelekar, Kerta Mulya, Suka Menang, Teluk Limau dan Desa Gumai.
"Luas lahan yang terbakar di desa-desa ini tercatat lebih dari 10 hektare," kata Alvi Gumara dilansir dari Antara.
Terkait hal itu pihaknya masih memberlakukan status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 31 Agustus 2026.
Baca Juga: Film Pendek Musikal Di Bawah Langit Timur Hadirkan Kisah Cinta Tanah Air dari Pedalaman Papua
Dia mengatakan penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi karhutla menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga akhir Agustus 2026.
Status keadaan siaga darurat ini ditindaklanjuti dengan pembentukan pos komando (posko) yang melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Dalam penetapan status BPBD mengaktifkan posko penanggulangan karhutla lengkap dengan peralatan yang memadai.
BPBD Muara Enim pun menyiagakan sebanyak 50 orang Satgas Penanggulangan Karhutla terdiri atas 30 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 20 ASN dari instansi terkait di wilayah itu dan dibantu personel TNI, Polri, serta Manggala Agni.
"Kami juga telah menyiapkan peralatan penanggulangan karhutla seperti motor pemadam api untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat," ujar Avi Gumara.
Sementara itu, Tim Satgas Karhutla berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Karang Raja dan Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Alvi Gumara mengatakan, karhutla terjadi pada Jumat (14/8) sekitar pukul 20.40 WIB. Peristiwa karhutla terpantau melalui aplikasi SiPongi di titik koordinat S 3.4354 E 104.0280 dan Lat.-3. 666678° long 103.801835°.
Area yang terbakar di Desa Karang Raja seluas satu hektare dan Desa Dalam 3 hektare.
Baca Juga: Di Sidang Tipikor, Sudewo Bantah Jual Beli Jabatan Calon Perangkat Desa
"Area yang terbakar merupakan lahan semak belukar yang belum diketahui secara pasti penyebabnya," terang Alvi Gumara.
Petugas memadamkan api dari jalur darat dengan membawa peralatan memadai meliputi tiga unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil suplai air, tiga buah nozel, dan 16 roll selang machino.
Tim gabungan menuju ke lokasi dengan jarak 54 kilometer di Desa Dalam dan jarak 10 kilometer dari Posko Induk Karhutla menuju titik kedua di Desa Karang Raja.
Baca Juga: Akses Layanan Kesehatan Berkualitas di Daerah Masih Terbatas, Samarinda Tambah Fasilitas Medis
"Alhamdulillah sejak tadi malam api karhulta di dua titik tersebut sudah padam total," ujar Alvi Gumara.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pemadaman yang telah berjuang memadamkan api sehingga tidak membahayakan keselamatan masyarakat.
"Semoga apa yang dilakukan oleh tim gabungan ini menjadi ladang pahala. Bagi masyarakat juga kami ingatkan kembali untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tegas Alvi Gumara.
Baca Juga: BPS Catat Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tapi Ketimpangan Meningkat