JawaPos.com - Prajurit Koops TNI Habema menembus pendalaman Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (15/8). Melalui medan terjal dengan suhu ekstrem sampai 3 derajat celcius, mereka masuk markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan mengamankan sejumlah senjata.
Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M.Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa daerah yang ditembus oleh para prajurit TNI kerap disasar oleh OPM dari Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau. Daerah itu berada di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba.
”Di tengah kondisi medan yang gelap dan terjal, suhu dingin ekstrem 3 derajat, prajurit tetap menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan,” ucap Wirya.
Perwira menengah TNI AD dengan dua kembang di pundak itu menyampaikan bahwa pergerakan Koops TNI Habema ke Kampung Gamagai dilakukan dalam patroli keamanan wilayah. Mereka mendapat petunjuk keberadaan markas OPM lewat observasi menggunakan drone.
”Hasil pemantauan udara menunjukkan adanya 3 orang yang bergerak menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba dan kemudian berhenti di sebuah honai yang diduga menjadi tempat persinggahan,” kata Wirya.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Dini hari tadi, pasukan bergerak untuk menguasai honai tersebut. Saat penindakan dilakukan, kelompok yang diduga OPM melarikan diri ke arah hutan dan ketinggian. Mereka bergerak ke arah Kampung Kulapa.
Berdasar pemeriksaan di honai tersebut, para prajurit menemukan sejumlah barang dan senjata yang diduga milik OPM. Terdiri atas 1 senjata api rakitan, 1 pistol revolver standar, 7 butir amunisi, 1 kotak amunisi senapan angin, 1 panah beserta 5 anak panah, 2 noken, 1 bendera Bintang Kejora, 1 senter, dan 9 baterai.
”Prajurit Koops TNI Habema akan terus melaksanakan tugas secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Papua,” ucap dia.
Wirya menyatakan bahwa patroli tersebut dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
Dia memastikan, nilai-nilai kemanusiaan menjadi pedemoman para prajurit dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan memberikan rasa aman terhadap masyarakat Papua.
Menurut Wirya, penindakan di Kampung Gamagai juga menunjukkan bahwa situasi keamanan tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan, melainkan oleh kesiapsiagaan, kecermatan, koordinasi, dan kemampuan prajurit mengambil keputusan secara terukur di lapangan.
”Di balik beratnya medan dan panjangnya waktu penugasan, para prajurit tetap menjalankan amanah dengan satu tujuan menjaga keamanan wilayah, melindungi masyarakat, dan memastikan tugas negara terlaksana dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.