JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan pada Jumat (14/8). Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 1.120,3 hektare kawasan Gunung Bromo.
Kepastian itu, setelah tim gabungan melalui pemantauan melalui udara dengan helikopter dan drone, penyisiran darat dan hasilnya tidak ditemukan adanya titik api.
"Hasil laporan tim lapangan, dari pagi hingga siang ini sudah dilakukan patroli mencari potensi bara dan asap untuk langsung dilakukan pembasahan, baik melalui water boombing maupun penyemprotan lewat darat. Dan hingga siang ini, tidak ditemukan lagi titik api dan bara," Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp 549,9 Triliun untuk Bansos 2027, Ini Daftar Program dan Calon Penerimanya!
Dia mengungkapkan dua titik asap yang sempat muncul di Pakis Bincil 1 dan Pakis Bincil 2 pada Jumat pagi juga telah berhasil dipadamkan dengan water bombing.
"Pemadaman asap di Pakis Bincil 1 dilakukan dengan Helikopter PK-DAP dan Helikopter PK-DBM, sedang pemadaman di Pakis Bincil 2 dilakukan oleh Helikopter PK-DAN," katanya.
Karena kondisi itulah, semua helikopter, mulai PK-DAP, PK-DBM hingga PK-DAN, saat ini telah kembali ke Bandara Abdurrahman Saleh untuk standby.
Berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga memasuki hari ke-12 ini jumlah area terbakar di kawasan Gunung Bromo telah mencapai kurang lebih 1.120,3 hektar. Adapun vegetasi yang terdampak, meliputi, Cemara gunung, Mentigen, Akasia dan Semak belukar.
Dalam operasi pemadaman Karhutla ini, sejumlah armada telah diterjunkan, di antaranya, 3 unit helikopter, 1 unit drone water spray, 11 unit mobil pemadam kebakaran, dan 1 unit kendaraan Komodo.
Sementara, hingga hari ini, jumlah water boombing yang dilakukan oleh tiga unit helikopter mencapai 35 sortie dengan 166 rit dan jumlah air yang dicurahkan mencapai sebanyak 477.500 liter.