← Beranda
Polusi Industri Nikel di Sulawesi-Malut Melebihi Jabodetabek Gara-gara Emisi
Nanda PrayogaJumat, 14 Agustus 2026 | 00.49 WIB
Polusi udara menyelimuti langit jakarta terlihat dari kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Kawasan hilirisasi nikel berbasis batu bara di Sulawesi dan Maluku Utara (Malut) kini jadi sumber emisi yang melampaui seluruh wilayah Jabodetabek.

Angka itu dampak dari emisi nitrogen oksida (NOx) di Indonesia melonjak lebih dari 50 persen sejak 2010. 

Temuan ini muncul dalam studi Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) berjudul Mapping the invisible: a satellite reveal of Indonesia's NOx hotspots.

Memakai penginderaan satelit, CREA memetakan 29 titik panas (hotspot) NOx di Indonesia. Tiga kali lebih banyak dari studi global sebelumnya yang menemukan sembilan hotspot.

Dari 29 hotspot tersebut, 6 berada di kawasan hilirisasi nikel berbasis batu bara di Sulawesi dan Malut .

CREA menilai pesatnya pengolahan nikel dan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive jadi faktor utama tingginya emisi.

Baca Juga: Bakar Sampah Bikin Polusi, Desa Ini Kelola Jadi Sumber Ekonomi

"Pencemaran NOx di Indonesia merupakan isu multisektoral. Di samping sektor transportasi sebagai sumber bergerak (mobile sources), studi itu memetakan sumber emisi stasioner (stationary sources) seperti pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU) dan gas (PLTG)," ujar Analis CREA Katherine Hasan, Jumat (13/8).

Kapasitas PLTU captive naik lebih dari enam kali lipat sejak 2019. Dari 3 gigawatt (GW) menjadi 16 GW. Kenaikan ini seiring bertumbuhnya industri nikel berbasis batu bara di kedua wilayah tersebut.

Kini masyarakat pedesaan di sekitar pusat industri dan pertambangan sekarang menanggung risiko kesehatan serius.

Namun, Jabodetabek tetap jadi kawasan dengan konsentrasi titik panas NOx tertinggi. Jakarta Utara dan luar Bekasi menduduki posisi pertama.  Kedua nasional, diikuti Suralaya di Banten serta Karawang Barat-Cikampek.

Baca Juga: Sering Batuk akibat Polusi? Ini 5 Obat Alami yang Layak Dicoba

Menurut CREA, sumber emisi NOx di Indonesia bukan cuma kendaraan. Pembangkit listrik fosil, kawasan industri, pertambangan batu bara, dan hilirisasi juga sumbang pencemaran udara.

NOx bisa bereaksi di atmosfer dan membentuk ozon permukaan serta PM2,5. Paparan zat polutan ini risiko ganggu sistem pernapasan dan kardiovaskular, terutama pada anak-anak dan lansia.

“Paparan NOx dan PM2,5 berdampak langsung pada organ pernapasan dan sistem kardiovaskular, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia di sekitar area padat emisi,” tegas Budi Haryanto, Guru Besar Kesehatan Lingkungan FKM UI dan Peneliti ISER UI.

CREA juga soroti standar kualitas udara tahunan Indonesia untuk NOx yang masih lima kali lebih longgar ketimbang pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Banyak hotspot emisi juga berada di luar jangkauan stasiun pemantauan resmi.

Karena itu, CREA mendorong pemerintah perkuat pemantauan kualitas udara dengan gabungkan data satelit, laporan emisi, dan pengukuran cerobong industri. Cara ini penting untuk deteksi lonjakan polusi dan perkuat kebijakan kendali emisi.

“Untuk lindungi keselamatan warga, pemerintah harus segera beralih dari pelaporan pasif yang tidak transparan ke intervensi tegas berbasis data,” kata Katherine.

EDITOR: Ilham Safutra