← Beranda
Ruang Diskominfo Kukar Terbakar, Sekkab: Jangan Gegabah Simpulkan Motif
Nanda PrayogaRabu, 12 Agustus 2026 | 20.49 WIB
Ruang rapat Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang terbakar. (Dok. Polres Kukar)

JawaPos.com - Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) meminta publik tisak berspekulasi soal motif kebakaran ruang rapat lantai 3 Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar.

Meski pelaku telah menyatakan motif melakukan pembakaran adalah sakit hati karena kerap diolok, pemkab tak mau buru-buru mengamini. 

Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono meminta semua pihak tak terburu-buru menyimpulkan motif kejadian sebelum proses pendalaman dilakukan oleh pihak kepolisian.

Ia menyatakan telah menerima laporan awal tentang kebakaran yang terjadi pada Selasa (11/8) pagi itu.

Baca Juga: Kesal Diolok, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat

Hanya saja, informasi tersebut masih bersifat pendahuluan sehingga perlu didalami dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya dapat laporan, tetapi sekarang kan baru laporan pendahuluan. Prinsipnya, ya kita tetap memakai asas praduga tak bersalah,” kata Sunggono di Rumah Jabatan Bupati, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (12/8).

Dia menjelaskan, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bahkan telah meminta Kepala Diskominfo untuk mendalami latar belakang kebakaran. 

Jika memang terdapat unsur pidana, maka penanganan akan diserahkan dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Dia pun mengaku prihatin lantaran kebakaran terjadi pada ruangan yang dipakai tempat bekerja tenaga kontrak.

Baca Juga: Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA

Bahkan, dia menegaskan terduga pelaku berinisial MFA bukanlah ASN, melainkan tenaga kerja kontrak.

“Menurut yang disampaikan oleh Pak Kadis, ruangan itu ruangan tempat bekerja yang bersangkutan. Saya sayangkan,” tuturnya.

Di tengah-tengah proses pendalaman, Sunggono meminta persoalan yang berada di lingkungan kerja tak berkembang menjadi tindakan pribadi.

Menurut dia, baik ASN ataupun non-ASN memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan melalui komunikasi.

“Intinya kita prihatin juga. Kami berharap teman-teman ASN yang lain atau juga mungkin ini kan teman-teman honor, kalau ada permasalahan, ya bisa kita baik-baik. Kita kan enggak menutup pintu, enggak menutup komunikasi,” ucapnya.

Baca Juga: Kronologi Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA

EDITOR: Bayu Putra