JawaPos.com - Seorang pegawai outsourcing Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara berinisial MFA yang membakar ruang rapat kantornya sendiri, digelandang aparat kepolisian Selasa (11/8) pagi.
Dengan menggunakan pakaian dinas berwarna biru dongker lengan panjang, pelaku digiring aparat kepolisian. Dia dibawa menggunakan mobil kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut.
Aksi nekat ini didasari rasa sakit hati karena kerap dijadikan bahan olokan dan stiker di grup percakapan internal kantor.
Pelaku yang bertugas sebagai Operator Command Center tersebut mendatangi lokasi sekitar pukul 06.30 WITA dengan membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dimasukkan ke dalam galon air minum. Api sempat membakar fasilitas ruang rapat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas.
Baca Juga: Rezeki Meningkat, 8 Weton Ini Disebut Berpotensi Meraih Kehidupan Lebih Makmur
Dikutip dari Kaltim Post (JawaPos Group), pelaku MFA langsung diamankan oleh pihak kepolisian tak lama setelah kejadian.
Gunakan Bensin dalam Galon dan Sempat Bentak Petugas Kebersihan
Insiden bermula ketika pelaku yang telah bekerja sekitar dua tahun sebagai Operator Command Center ini mendatangi kantor dengan membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite senilai Rp30.000–Rp40.000. BBM tersebut ia masukkan ke dalam galon air minum.
Baca Juga: Lama Tak Datang, 200 Massa yang Geruduk Rumah MC Challenge Hafalan Alquran Newport Bubarkan Diri
Gerak-gerik mencurigakan pelaku sempat diketahui oleh petugas keamanan dan kebersihan (cleaning service) yang bertugas di lantai tiga. Ketika ditegur, pelaku justru kembali menyiramkan bensin ke lantai, membentak petugas kebersihan, dan memintanya segera turun ke lantai bawah.
Setelah menyulut api, pelaku menyiramkan sisa cairan dan berjalan santai menuju kantin di lantai bawah. Sementara para pegawai dan petugas bergegas melakukan pemadaman awal.
"Benar, telah terjadi kebakaran di ruang rapat lantai 3 Kantor Diskominfo Kukar. Pelakunya sudah kami amankan," ujar Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Haryo Jipang Painolan, dikutip Rabu (12/8).
Sakit Hati Difoto Diam-Diam dan Dijadikan Stiker Chat
Di hadapan penyidik, pelaku mengaku telah merencanakan aksinya sejak malam sebelum kejadian. Motif di balik tindakan nekat tersebut dipicu oleh rasa sakit hati dan kekesalan yang menumpuk akibat perlakuan rekan-rekan kerjanya.
Pelaku mengaku sering difoto secara diam-diam. Foto-foto tersebut kemudian disebarkan ke dalam grup percakapan internal kantor untuk dijadikan bahan lelucon hingga diubah menjadi stiker.
"Motifnya, pelaku merasa kesal terhadap rekan-rekan di kantor yang sering memfoto dirinya secara diam-diam dan dijadikan bahan olokan. Hal itu sudah sering terjadi," jelas IPTU Haryo.
Baca Juga: Rezeki Mengalir, 6 Shio Ini Konon Punya Peruntungan Baik Mulai Hari Ini
Dampak Kerusakan dan Penanganan Kepolisian
Kobaran api berhasil dikendalikan total sekitar pukul 09.10 WITA berkat respon cepat enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit BPBD, petugas keamanan kantor, serta tim patroli kepolisian. Tim Inafis Polres Kukar juga telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sisa galon BBM.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil mencakup fasilitas meja rapat, kursi, proyektor, hingga sejumlah dokumen penting. Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
"Ada saksi dari OB, cleaning service yang menyaksikan sehingga cepat bisa diatasi dan dipadamkan. Yang bersangkutan telah diamankan di Polres Kukar," ujar Solihin.
Saat ini, terduga pelaku MFA telah mendekam di Mapolres Kukar. Polisi masih melakukan pendalaman terkait pasal pidana yang akan disangkakan kepada pelaku.