JawaPos.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Teddy Fanani telah menandatangani surat perdamaian dengan Bill Irzano pada Senin (10/8). Penandatanganan itu dilakukan oleh kedua pihak setelah sepakat menyudahi perselisihan pada Minggu malam (9/8).
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya, kedua pihak melakukan penandatanganan surat perdamaian di Suasso Restaurant, Padang. Penandatanganan itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi secara damai dan kekeluargaan. Turut hadir dalam penandatanganan itu beberapa saksi.
Yakni Direktur Intelkam Polda Sumbar Kombes Riki Kurniawan, keluarga Bill Irzano, Kabid Kearsipan dan Perpustakaan Pemprov Sumbar, Ketua PWI Sumbar Widya Navis, serta sejumlah awak media. Setelah menandatangani kedua pihak surat perdamaian, Kombes Rosya yang turut menjadi saksi menyampaikan harapannya agar kesepakatan itu menjadi awal yang baik untuk semua pihak.
”Alhamdulillah, seluruhnya sudah ditandatangani. Kami berharap ini menjadi awal yang baik bagi kita semua,” kata dia.
Baca Juga: MUI Ingatkan Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Tak Boleh jadi Hadiah, Singgung soal Perjudian
Menurut Rosya, kesepakatan perdamaian tersebut lahir dari niat baik kedua pihak. Dia memastikan semua dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Atas terselesaikannya persoalan yang sempat viral dan ramai di media sosial (medsos) itu, Polda Sumbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses perdamaian, termasuk pihak keluarga dan para saksi.
”Semoga langkah baik ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan semakin mempererat silaturahmi serta persaudaraan kedepannya,” harapnya.
Sebelumnya, kedua pihak sudah bertemu kemarin malam. Dalam pertemuan tersebut Bill turut didampingi oleh ibunya, Susi Suzzana. Menurut Rosya pertemuan berlangsung kondusif. Lewat komunikasi yang baik, suasana yang sempat diwarnai kesalahpahaman mencair. Kedua pihak kemudian sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan dan memilih saling memaafkan.
”Alhamdulillah, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai,” kata Rosya dalam keterangannya.
Perdamaian antara Kombes Teddy Fanani dengan Bill Irzano alias Bili ditandai dengan jabat tangan dan pelukan kedua pihak. Rosya memastikan, penyelesaian masalah tersebut dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari siapa pun. Kesepakatan damai tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama-sama.
”Yang terpenting, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” imbuhnya.
Rosya berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi dan bisa menjadi pembelajaran bersama.
Sebelumnya diberitakan bahwa Sebuah video memperlihatkan seorang pria diduga Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Teddy Fanani viral di media sosial. Pria itu tampak memukul seorang pengemudi mobil di Jalan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat (7/8) sekitar pukul 11.40 WIB.
Baca Juga: Paspampres Kerahkan 1.147 Personel untuk Amankan Rangkaian HUT ke-81 RI
Dalam video yang beredar, seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak turun dari kendaraannya. Kemudian menghampiri pengendara mobil lain dan langsung memukulnya. Pengendara yang mengaku menjadi korban bernama Bill Irzano. Dia bekerja di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang.
Bill mengaku sebelum kejadian memang berkendara dari arah Kota Padang menuju BIM. Dalam perjalanan, lajunya tersendat karena ada rombongan kendaraan yang menggunakan pelat dengan logo kepolisian dan nomor 9. Saat melintas di lokasi kejadian, Bill melihat jalur di sisi kiri kendaraan di depanya kosong. Lantas masuk ke jalur itu untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kendaraannya dikejar dan diberhentikan. Sejumlah orang turun dari kendaraan dan menghampirinya.
”Mereka berempat dan langsung mengejar saya dan memukul saya,” kata Bill, dikutip di sejumlah video akun media sosial pada Sabtu (8/8).
Bill mengaku sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun, aksi pemukulan terus terjadi dan kacamata yang dikenakannya patah.
”Saat itu saya juga telah mengaku salah dan meminta maaf, namun dia tetap memukul hingga kacamata saya patah dan mata sebelah kiri luka lebam,” tuturnya.
Pria yang diduga pejabat kepolisian itu kemudian meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan dinas.
”Dia pergi saja, marah-marah dengan mobil dinasnya. Kebetulan Bill juga membawa mobil dinas menjemput orang ke bandara,” katanya.