← Beranda
Maju Jadi Calon Ketum PBNU, Kiai Jombang Gus Salam Andalkan Restu Kiai
Sabik Aji TaufanSelasa, 11 Agustus 2026 | 03.43 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib alias Gus Salam. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengandalkan dukungan kelompok Kiai dalam pencalonannya sebagai ketua umum PBNU. Terbaru dia mendapat dukungan dari Keluarga Besar Bani Bishri Syansuri.

“Maju bukan untuk jabatan. Tapi untuk khidmah. Bismillah," kata Gus Salam setelah mengakhiri silaturahmi dengan keluarga besar PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Senin (10/8).

Dia mengaku sengaja mengumpulkan seluruh keluarga besar PP Mamba'ul Ma'arif sebelum Muktamar ke-35 NU agar tidak ada persoalan yang timbul di kemdian hari.  

“temu silaturrohim Bani Bishri ini sengaja kami lakukan 17 hari jelang Muktamar ke-35 NU dilaksanakan. Agar semuanya klir ketika saya berikhtiar secara total menjadi ketua umum PBNU sebagaimana amanah dan perintah dari guru-kiai saya,” imbuhnya.

Baca Juga: Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, CELIOS: Bukti Tidak Ada Preferensi Gender

Gus Salam menilai, sudah sepantasnya meminta restu dari para kiai dalam pencalonannya sebagai ketua umum PBNU. Untuk selanjutnya dia akan berkunjung ke keluarga PP Lirboyo dan Al-Falah Ploso, Kediri. 

Keluarga pesantren merupakan entitas penting dalam sejarah perjalanan NU. Termasuk sowan kepada ulama-kiai di berbagai daerah.

“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tegasnya.

Sementara, Ketua Yayasan PP Mamba’ul Ma’arif, Muflichah Shohib mengingatkan sebagai Gus Salam selaku adiknya agar meneladani kakeknya, KH Bishri Syansuri bila nanti terpilih menjadi ketua umum PBNU.

“Ini bukan sekedar restu, tapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Muflichah.

EDITOR: Sabik Aji Taufan