JawaPos.com - Sudah sepekan lebih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo Jawa Timur belum benar-benar padam. Luas area yang terbakar bahkan sudah mencapai 550 hektare pada Senin (10/8).
"Perkembangan kejadian hingga hari Senin, 10 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, Luas area yang terbakar kurang lebih 550 hektare," tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto dalam keterangannya, Senin (10/8).
Kondisi terkini menunjukkan kobaran api dari kawasan puncak P30 atau Pundak Lembu mulai merembet dan mengarah ke permukiman warga.
Api di kawasan Lembah Dingklik juga masih terlihat cukup besar dan belum benar-benar bisa dipadamkan.
Baca Juga: Imbas Karhutla Meluas, TNBTS Tutup Seluruh Jalur Masuk Wisata Gunung Bromo
Sebagai informasi, Karhutla di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB.
Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranupani, Kabupaten Lumajang.
Titik api baru muncul di kawasan Bukit Dingklik dan Penanjakan, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Api di lokasi tersebut mulai berkobar sejak Minggu pagi (9/8).
"Adapun vegetasi di kawasan Gunung Bromo yang terbakar, meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Cuaca saat ini cerah dengan arah angin timur-tenggara kurang dari 5 km/jam," lanjutnya.
Untuk penanganan karhutla hari ini, dua unit helikopter, yakni PK-DAP dan PK-DAN dikerahkan untuk melakukan water bombing.
Baca Juga: Kebakaran Sabana Membesar, Seluruh Akses ke Bromo Dikabarkan Ditutup
Sementara helikopter PK-DBM menjalani maintenance dan akan kembali beroperasi pada Selasa (11/8).
Lokasi pengisian bahan bakar (refuel) helikopter dipindahkan ke kawasan Ranupani.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi pemadaman dari udara di tengah meluasnya area karhutla Gunung Bromo.
BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan TNBTS, BPBD Probolinggo, Malang, Lumajang, serta BMKG untuk memantau perkembangan, arah angin, dan penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo.
"BPBD Jatim bersama Tim Gabungan mengerahkan 2 unit damkar, 2 unit Truk tangki, 1 unit mobil L300 tandon air, dan drone water spray 1 Unit pada lokasi yang masih terdapat titik api," pungkas Gatot.
Baca Juga: 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran Bromo
Demi keamanan dan mempercepat penanganan karhutla, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo. Penutupan berlaku sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB.