JawaPos.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengungkap, dugaan awal penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dipicu oleh aktivitas manusia, bukan karena faktor alam. Kendati demikianm,penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan petugas gabungan yang mendapati titik awal kebakaran berada di puncak tebing, tepatnya jalur tradisional penghubung Desa Arjosari dan Desa Ranupani.
“Kalau dari dugaan ada kemungkinan itu faktor manusia, bukan faktor alam, karena jalur awal api itu ada dipuncak tebing. Ada jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Desa Ranupani," tutur Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja, Minggu (9/8).
"Kemungkinan ada orang yang berhenti saat cuaca dingin untuk membuat api unggun atau perapian, namun tidak memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," lanjut Rudijanta.
Kobaran api kemudian cepat menjalar ke vegetasi kering setelah tertiup angin kencang. Kondisi tersebut membuat kebakaran terus meluas hingga 176 hektare (data per Jumat petang (7/8).
Meski demikian, Rudijanta menegaskan Balai Besar TNBTS saat ini masih memprioritaskan pemadaman. Penyelidikan lebih mendalam dilakukan secara paralel dengan upaya petugas yang mencegah kobaran api meluas.
"Saat ini fokus kami masih pada upaya pemadaman. Untuk penyelidikan maupun kemungkinan pemberian sanksi akan dilakukan setelah seluruh proses penanganan kebakaran selesai," pungkas Rudijanta.
Sebelumnya, Karhutla di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranu Pani, Lumajang.
Untuk mendukung upaya pemadaman, Balai Besar TNBTS mulanya menutup sementara tiga pintu masuk wisata Gunung Bromo, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang.
Baca Juga: Karhutla Bromo Meluas hingga 176 Hektare, Drone dan Dua Helikopter Dikerahkan
Penutupan berlaku sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB. Namun pada Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, Balai Besar TNBTS memperluas penutupan menjadi seluruh pintu masuk di kawasan wisata Gunung Bromo.
Artinya, dua pintu masuk lainnya, yakni Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan, juga ditutup. Penutupan wisata Gunung Bromo berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.