JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin berdampak. Akses wisata Bromo di Jemplang, Kecamatan Tumpang, Malang, ditutup total.
Akibatnya, jip wisata asal Kabupaten Malang harus mengubah rute perjalanan ke jalur Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Perubahan rute perjalanan wisata menuju Bromo ini sudah berlangsung sejak Selasa (4/8).
Sekretaris Paguyuban Jip Tumpang, Kabupaten Malang, Wahyu Prasetyo mengatakan, penutupan akses wisata Gunung Bromo lewat Jemplang, Malang, ditutup demi keselamatan wisatawan.
Baca Juga: Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 70 Hektare, Cemara hingga Semak Belukar Hangus
Sejak penutupan diberlakukan, seluruh jip wisata dari Tumpang, Malang, dialihkan melalui jalur Pasuruan, yakni Tumpang-Jabung-Nongkojajar-Wonokitri menuju Penanjakan Gunung Bromo.
Pengalihan rute ini membuat waktu tempuh perjalanan menuju Bromo menjadi lebih lama dari biasanya.
Karena itu, jadwal keberangkatan wisatawan dimajukan dari pukul 02.00 WIB menjadi pukul 00.30 WIB agar tetap dapat menikmati sunrine Bromo.
"Wisatawan tentu mengeluh karena perjalanan lebih lama dan harus berangkat lebih awal. Namun mereka sudah memahami karena kondisi penutupan via jemplang," ujarnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (7/8).
Wahyu menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban jip wisata Pasuruan terkait penutupan akses.
Baca Juga: Karhutla Gunung Bromo Belum Padam, BNPB Kirim Helikopter Percepat Pemadaman
Hasilnya, armada asal Tumpang diperbolehkan melintas melalui jalur Wonokitri menuju Penanjakan I.
Wahyu memastikan bahwa pengalihan rute hanya bersifat sementara hingga akses Jemplang kembali dibuka.
Untuk menjaga hubungan baik, paguyuban jip Tumpang menjalin kemitraan dengan paguyuban jip Wonokitri.
Melalui skema tersebut, armada dibagi secara proporsional. Dari 10 jip yang beroperasi, lima berasal dari Malang dan lima lainnya dilayani jip Pasuruan guna menghindari potensi perselisihan.
"Alhamdulillah tidak ada penolakan dari pelaku jip wisata setempat. Jip lokal tetap dapat penumpang, kami bisa menyelesaikan tugas mengantar wisatawan dengan aman," pungkas Wahyu.
Baca Juga: Dampak Karhutla, Kawasan Gunung Bromo Ditutup Sementara untuk Jaga Keselamatan Warga dan Wisatawan