← Beranda
Banjir di Kota Padang Berangsur Surut, Warga Kembali ke Rumah
Syahrul YunizarRabu, 5 Agustus 2026 | 02.22 WIB
Suasana evakuasi warga Kota Padang yang terdampak banjir dari rumah masing-masing. (BNPB)

JawaPos.com - Banjir yang sempat merendam pemukiman warga di beberapa kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat sudah berangsur surut.

Kondiri itu dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari lokasi terdampak banjir di Kota Padang, Selasa (4/8). 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, seiring dengan surutnya genangan, masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan lingkungan pasca banjir.

Laporan yang diterima oleh BNPB menyebut, banjir dipicu hujan dengan intensitas sangat tinggi pada Senin (3/8), mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Baca Juga: Pemkot Padang Belum Tetapkan Tanggap Darurat Meski 3 Kecamatan Kebanjiran

Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga dengan tinggi muka air mencapai sekitar 150 sentimeter.

”Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo,” kata dia. 

Abdul Muhari menyebut sejumlah kelurahan terdampak banjir seperti Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih, Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara, Pagambiran Ampalu Nan XX, dan Surau Gadang. 

”Pendataan terhadap dampak banjir, baik korban jiwa maupun kerugian materiil, masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” ujarnya. 

Dalam penanganan darurat, BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sumbar, didukung organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sudah melakukan evakuasi warga terdampak serta melaksanakan kaji cepat dan pendataan. 

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang 11 Kecamatan di Padang, BPBD Kerahkan Tim Reaksi Cepat

Penanganan banjir juga melibatkan petugas dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi Sumbar menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang yang berlaku hingga 18 September.

”Status tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan penanganan dan percepatan pemulihan di wilayah terdampak,” kata dia.

Abdul Muhari mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.

Warga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir saat hujan lebat, serta segera melaporkan kondisi kedaruratan kepada petugas.

Baca Juga: Banjir Terjang Kota Padang, Tanggul Jebol Hingga Air Sungai Meluap

EDITOR: Bayu Putra