JawaPos.com - Kereta Api (KA) Ambarawa Express relasi Surabaya-Semarang tertemper truk di perlintasan wilayah Doplang-Sulur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (1/8). Benturan keras itu membuat penumpang mendengar dentuman keras dan merasakan getaran hingga ke gerbong 4.
Salah seorang penumpang yang berada di gerbong 4, Nina Rohana, menceritakan bahwa kereta berangkat dari Surabaya sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras.
"Setelah berjalan sekitar tiga jam, tiba-tiba terdengar suara berdentum keras. Ternyata kereta menabrak truk di daerah Doplang-Sulur setelah Randublatung," ujar Nina Rohana kepada JawaPos.com, Sabtu (1/8).
Baca Juga: Akan Dikirim ke Kamboja, Perdagangan 3 Ribu Kilogram Sisik Trenggiling Berhasil Digagalkan di Padang
Menurut penuturan saksi di lokasi yang diterimanya, kecelakaan diduga terjadi karena pandangan pengemudi truk terhalang kebun jagung. Selain itu, terdapat kendaraan lain di depan truk sehingga pengemudi disebut tidak melihat kereta yang melintas.
"Menurut saksi yang melihat langsung, truk terhalang kebun jagung dan ada mobil di depan, jadi tidak melihat kereta. Katanya di lokasi itu memang sering terjadi kecelakaan karena tidak ada palang pintu," tutur pensiunan guru SMP itu.
Nina memastikan tidak ada korban dari pihak penumpang kereta. Meski demikian, benturan yang terjadi cukup keras sehingga membuat seluruh penumpang terkejut.
"Dari penumpang tidak ada korban, cuma kaget karena benturannya agak keras terasa sampai gerbong saya yang nomor 4," kata Nina Rohana.
Sementara itu, berdasar informasi yang diperolehnya dari saksi di lokasi, sopir truk mengalami luka di bagian kepala. Bagian depan truk hancur akibat benturan, sedangkan bak truk masih dalam kondisi utuh.
Usai kejadian, KA Ambarawa Express sempat berhenti sekitar satu jam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Sulur untuk proses pergantian lokomotif yang mengalami kerusakan.
"Sekarang kereta sudah bisa jalan menuju Stasiun Sulur untuk ganti lokomotif. Kami masih menunggu lokomotif pengganti dari stasiun lain, jadi belum tahu pasti kapan pergantiannya selesai," terang dia.
Dia juga mengaku belum menerima informasi mengenai kompensasi dari pihak operator kereta karena perjalanan hanya mengalami keterlambatan sekitar satu jam akibat proses evakuasi dan pergantian lokomotif. Hingga saat ini, para penumpang masih menunggu proses penggantian lokomotif agar perjalanan menuju Semarang dapat kembali dilanjutkan.