JawaPos.com – Suasana penuh semangat dan harapan menyelimuti pelaksanaan Pengukuhan Pengurus serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (DPD P2RPTI) Provinsi Jawa Tengah untuk masa khidmah 2026–2031 yang berlangsung di Semarang.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah guna memperkokoh persatuan di kalangan pelaku usaha sekaligus merancang langkah strategis lima tahun ke depan demi menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau yang sah, berdaya saing tinggi, dan mampu mengangkat taraf hidup para petani tembakau.
Acara pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional P2RPTI, pengurus DPD dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, perwakilan pelaku industri hasil tembakau, para petani tembakau, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan erat dengan sektor ini.
Baca Juga: Tak Ingin Ulangi Kesalahan Musim Lalu, Real Madrid Mati-matian Kejar Rodri
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi audiensi yang membahas langkah-langkah nyata memperkuat kerja sama dalam memberantas peredaran rokok ilegal serta menjaga keberlanjutan industri hasil tembakau nasional.
Ketua DPD P2RPTI Jawa Tengah, Bagyo Jayadi, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru saja dikukuhkan memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau yang berjalan sesuai aturan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau sebagai mata rantai paling penting dalam sistem produksi nasional.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial organisasi, tetapi menjadi awal penguatan komitmen kami untuk membangun industri hasil tembakau yang legal, sehat, dan berdaya saing. Kami ingin P2RPTI hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberlangsungan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Jawa Tengah,” ujar Bagyo Jayadi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, program kerja untuk periode lima tahun ke depan akan difokuskan pada enam pilar utama: memperkuat struktur organisasi agar bergerak lebih tangkas, membina industri hasil tembakau agar senantiasa patuh aturan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sumber daya manusia, memberdayakan kelompok petani tembakau, serta memperluas kerja sama yang saling menguntungkan dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam sesi audiensi yang berlangsung hangat namun penuh keseriusan, DPD P2RPTI Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap segala upaya pemerintah memberantas peredaran rokok ilegal. Bagyo menilai keberadaan rokok ilegal tidak hanya mengurangi pendapatan negara dari sektor cukai secara signifikan, melainkan juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan mengancam kelangsungan hidup pabrik-pabrik rokok yang taat aturan serta mata pencaharian petani tembakau.
“Pemberantasan rokok ilegal merupakan kepentingan bersama. Peredaran rokok ilegal merugikan negara, merusak iklim usaha, dan berdampak langsung terhadap pabrik rokok yang taat aturan maupun petani tembakau sebagai penyedia bahan baku. Karena itu diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku industri,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPN P2RPTI, Suparno Sukron, dalam arahannya menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara kebijakan pengendalian dengan upaya menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau nasional. Menurutnya, sektor ini memiliki peran strategis yang nyata bagi perekonomian Indonesia, mulai dari menyumbang pendapatan negara hingga menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai daerah.
“Industri hasil tembakau legal adalah salah satu penopang ekonomi nasional yang melibatkan jutaan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Oleh sebab itu, negara harus hadir tidak hanya dalam aspek pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan, perlindungan usaha legal, dan pemberdayaan petani tembakau,” ujar Suparno Sukron.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus di daerah untuk berperan aktif menyebarkan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya serta kerugian akibat rokok ilegal, sekaligus terus meningkatkan kepatuhan industri terhadap ketentuan yang berlaku dan mempererat koordinasi lintas instansi.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam memberantas rokok ilegal. Namun pada saat yang sama, industri legal harus diberikan ruang tumbuh yang sehat agar tetap mampu berkontribusi terhadap penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Selain masalah rokok ilegal, forum Muskerwil juga menempatkan peningkatan kesejahteraan petani tembakau sebagai agenda utama yang akan diprioritaskan. P2RPTI mendorong kebijakan yang berpihak penuh kepada petani, mulai dari pendampingan teknologi agar kualitas hasil panen meningkat, jaminan harga pembelian yang adil, kemudahan akses permodalan, hingga penguatan wadah organisasi petani agar semakin mandiri dan berdaya tawar tinggi.
Bagyo Jayadi kembali mengingatkan bahwa keberadaan petani tembakau adalah fondasi utama yang menentukan kokohnya industri hasil tembakau secara keseluruhan.
“Apabila petani sejahtera, maka industri akan tumbuh sehat, penerimaan negara tetap terjaga, dan masyarakat di daerah sentra tembakau akan memperoleh kepastian ekonomi yang lebih baik,” katanya menutup pernyataan.
Dengan berakhirnya acara pengukuhan dan musyawarah kerja wilayah ini, DPD P2RPTI Provinsi Jawa Tengah menegaskan tekadnya untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, demi mewujudkan industri hasil tembakau yang teratur, berkelanjutan, serta membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh masyarakat yang terlibat di dalamnya.