JawaPos.com - Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa. Seorang pria berinisial S, 33, meninggal dunia usai diduga dikeroyok sejumlah warga di depan sebuah minimarket kawasan Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kasus tragis di Morowali ini menambah daftar panjang aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7) dini hari.
Sementara peristiwa mencekam di Morowali tersebut terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 23.05 WITA. Insiden bermula ketika aksi S yang diduga hendak mencuri sepeda motor tepergok oleh warga sekitar.
Baca Juga: Festival FANOMENON Ala Coachella Korea Selatan akan Diadakan Desember 2027 Mendatang
Dikepung dan Diseret Keluar Minimarket
Dikutip dari Sulawesi Pos (JawaPos Group), dalam upaya menyelamatkan diri, S sempat masuk dan terpojok di area kasir minimarket. Namun, dalam waktu singkat warga langsung memenuhi lokasi dan mengepungnya hingga ia terkunci tanpa celah untuk melarikan diri.
Kabag Ops Polres Morowali, AKP Rustang, membenarkan situasi mencekam yang dialami korban di dalam bangunan tersebut.
"Korban sempat terpojok di area kasir minimarket setelah aksinya diketahui warga. Sejumlah orang kemudian mengepung korban sehingga tidak memiliki kesempatan melarikan diri," ujar AKP Rustang.
Tidak berhenti di situ, massa kemudian menyeret S ke luar bangunan. Warga sempat memeriksa isi tas ransel yang dibawa korban sebelum situasi akhirnya berubah ricuh dan tak terkendali. S sempat mencoba berlari kembali ke dalam area minimarket untuk menyelamatkan diri, namun amuk massa tidak terhindarkan setelah ia kembali ditarik ke luar.
Baca Juga: Festival FANOMENON Ala Coachella Korea Selatan akan Diadakan Desember 2027 Mendatang
Meninggal Saat Menjalani Perawatan Medis
Aparat Polsek Bahodopi yang menerima laporan langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi segera mengamankan lokasi serta mengevakuasi S ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Lantaran menderita luka berat di berbagai bagian tubuh, S selanjutnya dirujuk ke RSUD Bungku. Namun, takdir berkata lain, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam penanganan medis.
Isak tangis histeris keluarga pecah saat jenazah S tiba di rumah duka di Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, pada Senin (27/7) pagi.
Polisi Usut Dua Jalur Penyelidikan
Baca Juga: Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Gebuk Kamboja 5-1
Menanggapi insiden berdarah ini, Polres Morowali memastikan akan memproses hukum peristiwa tersebut melalui dua lini penyelidikan secara beriringan.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tersebut, sekaligus mengusut dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tegas AKP Rustang.
Pihak kepolisian juga mengimbau keras agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri (vogelvrij) terhadap siapa pun yang terindikasi melakukan tindak pidana. Warga diminta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.
Fenomena Main Hakim Sendiri Kian Marak
Baca Juga: Angel Di Maria Yakin Lionel Messi Masih Mampu Bermain Selama Bertahun-tahun Lagi
Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial KD tewas diamuk massa akibat dituduh mencuri seekor ayam jago aduan milik warga. Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga setelah video anak bungsu korban meratapi jasad ayahnya viral di media sosial.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menyatakan bahwa jajarannya masih terus melakukan penyisiran, pengumpulan bukti CCTV, serta pemeriksaan saksi-saksi untuk mengusut tuntas aksi pengeroyokan dan pembakaran sepeda motor milik KD.