← Beranda
MinyaKita-Beras SPHP Kopdes Merah Putih Laris Manis di Wonogiri, Tapi Stok Menipis
Dimas ChoirulSabtu, 18 Juli 2026 | 21.38 WIB
Pegawai gerai Kopdes Merah Putih Desa Bulusulur, Wonogiri menata stok barang, Kamis (16/7/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

JawaPos.com - Sebanyak 63 gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Wonogiri, Jawa Tengah mengaku kesulitan mendapatkan stok barang, padahal produknya laris manis.

Dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group), sejumlah pengurus menyebut kebutuhan pokok seperti minyak goreng, khususnya MinyaKita menjadi komoditas paling diminati masyarakat.

Begitu pula beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang juga laris. Meski demikian, pihak pengelola kesulitan mendapatkan stok barang dagangan yang sudah dipesan lewat PIC Agrinas. 

Di Kopdes Merah Putih Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota misalnya, petugas setempat menyampaikan, gerainya beroperasi sejak satu bulan lalu.

Baca Juga: Calon Manajer Kopdes Merah Putih Lanjut Tahapan Pelatihan Sertifikasi dan Kompetensi hingga 31 Juli

Ketua Kopdes Merah Putih Bulusulur, Wardo mengatakan, operasional koperasi berjalan lancar.

Tak ada kendala berarti yang dialami pegawai sebab sudah ada pelatihan yang dilakukan sebelumnya.

Setiap hari, juga terdata stok barang yang tersedia. "Jadi saat stok menipis juga terlaporkan ke Agrinas," ujanya, dikutip Sabtu (18/7).

Dikatakan Wardo, ada dua orang PIC Agrinas di Wonogiri. Keduanya juga disebut mengambil uang hasil penjualan gerai usai gerai tutup operasional. "Tiap sore diambil PIC," kata Wardo.

Menurut Wardo, kendala yang dialami hanya stok barang yang makin menipis. Pegawai Kopdes sudah melaporkannya kepada PIC Agrinas, namun barang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. 

Baca Juga: Kades di Siantar Curhat Tak Punya Lahan untuk Kopdes Merah Putih ke Menkop: Sempat Didemo Warga hingga Dipolisikan

"Kendala cuma di stok. Kalau lancar, bisa ramai. Banyak warga yang kecele karena barangnya, seperti MinyaKita tidak ada," bebernya. Pasokan komoditas yang tak kunjung datang membuat stok dagangan di gerai menipis.

Fenomena serupa terjadi di Kopdes Merah Putih Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Wonogiri.

Kopdes tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena berdiri berhadapan dengan Kopdes Merah Putih Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko.

Walau demikian, 'koperasi kembar' itu tidak membuka gerainya secara bersamaan. Gerai Kopdes Merah Putih Desa Sindukarto beroperasi pada 12 Juni 2026 lalu. Sementara Kopdes Merah Putih Desa Sumberharjo baru buka pada pekan lalu.

Wakil Ketua Kodpes Merah Putih Desa Sindukarto Novemi Bestari Putri mengatakan, barang yang paling banyak diminati adalah minyak goreng MinyaKita dan juga beras SPHP. Hanya saja, stok MinyaKita sudah ludes.

Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Rp 240 Triliun dari Pinjaman Himbara untuk Biayai Kopdes Merah Putih

"Kita nunggu juga stok lagi," kata dia.

Sementara itu, Ketua Kopdes Merah Putih Desa Sumberharjo Anwar Prihanto menuturkan, sejak dibuka pekan lalu, minyak goreng menjadi salah satu primadona masyarakat. Tak ada kendala yang berarti selama hampir sepekan gerai dibuka. 

Bergeser ke Kopdes Merah Putih Desa Singodutan Kecamatan Selogiri, gerai dibuka sudah hampir satu bulan.

Sama seperti Kopdes lain yang sebelumnya didatangi radarsolo.jawapos.com, komoditas MinyaKita dan beras SPHP menjadi yang paling dicari.

"MinyaKita yang banyak dicari. Stoknya juga belum datang. Kita sudah memesan," terang salah seorang pegawai gerai.

Baca Juga: Purbaya Yakin Kopdes Merah Putih Untung Asal Bebas Korupsi

Menurut sumber tersebut, harga minyak goreng di Kopdes Merah Putih lebih murah dari pasaran. MinyaKita dibanderol Rp 15.700 per liter. Sedangkan di pasaran Rp 20 ribu.

"Kendala tidak ada. Cuma stoknya itu saja. Kalau untuk barang subsidi seperti MinyaKita dan beras SPHP sesuai petunjuk dibatasi dan khusus warga desa. Selain barang itu, tidak dibatasi," tuturnya.

 

EDITOR: Bayu Putra