JawaPos.com - Polisi mengungkap hasil sementara autopsi terhadap dokter Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri), Alex Christo Loris, yang ditemukan meninggal dunia di semak belukar dekat RSUD Tengku Rafian Siak. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban yang sementara diduga merupakan bekas gigitan serangga.
Namun begitu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi Samosir mengatakan, hasil autopsi lengkap masih belum dapat disimpulkan karena tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan selesai dalam waktu sekitar dua pekan.
"Di dalam autopsi ditemukan adanya sejenis luka hitam atau lebam. Namun hasil autopsi secara lengkap masih menunggu sekitar dua minggu sesuai informasi dari Kabid Dokkes," kata Rudi seperti dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Grup), Kamis (16/7).
Baca Juga: Panas Ekstrem Melanda, Biaya Kesehatan Mandiri Masyarakat Indonesia Melonjak 207 Persen
Rudi menjelaskan, luka lebam ditemukan di beberapa bagian tubuh korban, yakni lengan kiri, dada, dan punggung. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan.
Berdasarkan koordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau, ia mengatakan bahwa bercak hitam atau lebam tersebut sementara diduga merupakan bekas gigitan serangga. Selain itu, hasil pemeriksaan juga tidak menemukan adanya obat-obatan keras di tubuh korban.
"Sampai saat ini tidak ditemukan obat-obatan keras. Sementara lebam atau titik hitam yang ditemukan diperkirakan akibat gigitan serangga," jelasnya.
Autopsi terhadap jenazah dokter PPDS Anestesi tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau pada Selasa (14/7), mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Dari hasil pemeriksaan awal, tim forensik memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 12 hingga 24 jam sebelum jasadnya ditemukan.
"Perkiraan sementara dari hasil informasi Kabid Dokkes, korban diperkirakan meninggal sekitar 12 jam sampai 24 jam," kata Rudi.
Meski telah memperoleh hasil sementara autopsi, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh. Penyidik belum dapat menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tindak pidana, kecelakaan, atau penyebab lainnya.
"Nanti dari hasil autopsi lengkap akan terlihat terang apakah korban meninggal karena dibunuh, kecelakaan atau penyebab lainnya," tegas Rudi.
Saat ini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau sambil menunggu proses pemeriksaan lanjutan.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait meninggalnya dokter Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri) berinisial ACL, 30, yang ditemukan meninggal dunia di area semak belukar dekat pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, Selasa (14/7).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyampaikan duka cita atas wafatnya dokter residen tersebut. Kemenkes juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperoleh informasi yang valid mengenai kejadian tersebut.
"Kami prihatin dengan kejadian tersebut. Turut berbela sungkawa atas wafatnya almarhum. Sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD untuk meminta informasi yang valid dan lebih jelas," ujar Aji Muhawarman kepada JawaPos.com, Selasa (14/7).