← Beranda
Dokter PPDS Unri Ditemukan Meninggal Dekat RSUD Tengku Rafian Siak usai Hilang 16 Jam
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 15 Juli 2026 | 03.24 WIB
Ilustrasi mayat. (Istimewa)

JawaPos.com - Dokter Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri) berinisial ACL, 30, ditemukan meninggal di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (14/7) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban ditemukan sekitar 16 jam setelah sang istri melapor ke polisi bahwa ACL menghilang.

Secara kasat mata, korban yang bertugas sebagai dokter PPDS Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak itu ditemukan tanpa tanda kekerasan. Sebuah handsfree masih menancap di telinganya.

“Dari keterangan istri korban, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun permasalahan di dalam rumah tangga mereka yang baru berjalan sekitar 2 tahun tersebut,” ujar Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos, dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (14/7).

Baca Juga: Ngorok Saat Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Stroke, Begini Penjelasan Dokter

Ia menerangkan, penemuan jasad ACL ini bermula ketika istri korban, dr. Yulianti Marbun, 31, yang juga bertugas dan tinggal di Asrama RSUD Tengku Rafian, mencoba menghubungi ponsel korban, namun didapati sudah tidak aktif.

Sang istri kemudian berupaya mencari keberadaan korban di lingkungan rumah sakit dan bertanya kepada rekan sejawat, namun tidak ada yang mengetahui posisinya.

Upaya pencarian, hingga menghubungi pihak keluarga di Bagan Batu juga tidak membuahkan hasil.

Merasa ada yang janggal, istri korban bersama petugas keamanan RSUD kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Di area tersebut, korban terlihat berjalan kaki seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu keluar di depan Pos Security II menuju ke arah luar.

Baca Juga: Waktu Aman Minum Kopi untuk Kesehatan Jantung, Dokter Sarankan sebelum Jam 2 Siang

Pencarian berlanjut hingga Selasa (14/7) pagi. Sekitar pukul 11.30 WIB, tiga saksi yang terdiri dari dua satpam rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama seorang pengemudi ambulans, Selamat (55), menyisir area semak belukar di luar pagar yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban di CCTV.

Saat saksi Arif Syahdu memanjat pagar pembatas rumah sakit dari dalam area RSUD untuk melihat ke area luar, ia mendapati korban sudah dalam posisi telentang tidak bernyawa di tengah semak belukar.

Ditemukan 5 Meter dari Pagar RS

Posisi jasad ditemukan berjarak sekitar 5 meter dari pagar pembatas atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di sebelah kiri jasad korban, ditemukan sebuah tas sandang milik korban.

Mengetahui hal tersebut, para saksi langsung melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Kampung Dalam dan Piket SPKT Polsek Siak.

Kapolsek Siak segera mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP awal bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Siak.

Baca Juga: Ternyata Polusi Bisa Menyebar di Dalam Rumah dan Membahayakan Anak, Dokter Anak Ingatkan Paparan Ini

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah tas sandang warna hitam yang berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian Siak, milik korban.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian dokter residen tersebut Kosmos menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUD Tengku Rafian untuk mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi.

“Tidak ada barang korban yang hilang, termasuk tas kecil dan ponsel,semua lengkap,” jelas Kosmos.

EDITOR: Bayu Putra