JawaPos.com - Koops TNI Habema berhasil melumpuhkan salah seorang pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Intan Jaya pada Selasa (30/6). Penindakan berlangsung dalam operasi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna mengungkapkan bahwa pentolan OPM itu bernama Okto Tigau, wakil komandan operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya TPNPB-OPM.
Berdasar data, Okto Tigau diketahui pernah terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Intan Jaya, termasuk penembakan aparat keamanan, pekerja sipil, penyiksaan warga, dan intimidasi terhadap masyarakat.
Oleh prajurit TNI, Okto Tigau dilumpuhkan. Pasukan TNI mendeteksi 4 orang bergerak sembunyi-sembunyi menuju pos pada malam hari.
Sesuai prosedur, personel memberikan peringatan secara bertahap. Namun peringatan tersebut tidak direspons.
Baca Juga: Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz Tangkap Seorang Terduga Anggota KKB di Intan Jaya
”Sekitar pukul 22.00 WIT terjadi kontak tembak yang diawali oleh kelompok tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, 3 orang melarikan diri, sementara 1 orang terjatuh di sekitar lokasi,” kata Wirya dikutip pada Jumat (3/7).
Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, malam itu prajurit TNI tidak melakukan penyisiran. Besoknya, mereka bergerak sesuai prosedur dan menemukan satu jenazah laki-laki.
Di sekitar jenazah itu, prajurit juga menemukan sebuah parang. Setelah dicocokkan secara fisik, jenazah itu diidentifikasi sebagai Okto Tigau.
Oleh para prajurit TNI, jenazah Okto Tigau diserahkan kepada tokoh adat di Kampung Mamba. Menurut Wirya, tindakan para prajurit tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Baca Juga: Ledakan di Intan Jaya Sebabkan 3 Warga Jadi Korban, Koops TNI Habema Hormati Proses Investigasi
”Dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang, khususnya mengatasi gerakan separatis bersenjata, serta dilakukan sesuai aturan pelibatan atau Rules of Engagement yang berlaku,” ujarnya.
Wirya memastikan Koops TNI Habema selalu menekankan agar seluruh prajurit bertindak profesional, proporsional, dan akuntabel. Tindakan tegas hanya dilakukan untuk menghadapi ancaman yang nyata.
Tentu saja dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.
”Kami memandang bahwa keamanan bukanlah tujuan akhir. Keamanan adalah fondasi agar masyarakat dapat hidup normal. Anak-anak dapat bersekolah, tenaga kesehatan dapat melayani, masyarakat dapat berkebun, dan beribadah dengan tenang,” ujarnya.
Menurut Wirya, itu adalah tujuan utama setiap langkah pengamanan oleh Koops TNI Habema. Karena itu, kepada anggota OPM yang masih memilih jalan kekerasan, pihaknya mengajak kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan bersumpah setia kepada NKRI.
Baca Juga: Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI
Sementara kepada masyarakat, Koops TNI Hambema mengimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi belum terverifikasi. Mereka juga diajak bersama menjaga situasi aman dan kondusif.
Dia menekankan, pihaknya tidak pernah mengharapkan konflik, apalagi kontak tembak. ”Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Setiap kehilangan nyawa adalah duka yang tidak diharapkan. Besar harapan kami agar peristiwa ini tidak terus berulang sehingga masyarakat Papua dapat hidup aman, damai, dan penuh harapan,” imbuhnya.